Home / Pemerintah Aceh / Sosial

Jumat, 11 September 2026 - 11:06 WIB

Terima Demo Mahasiswa USK, Plt Sekda Aceh: Kami Tidak Eksklusif, Komunikasi Terbuka Setiap Saat

REDAKSI

Plt Sekda Aceh Taufik menerima mahasiswa USK yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur, Kamis 10/9/2026.

Plt Sekda Aceh Taufik menerima mahasiswa USK yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur, Kamis 10/9/2026.

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar aksi unjuk rasa terkait penanganan pemulihan pascabencana Aceh di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis sore (10/9/2026).

Taufik menegaskan Pemerintah Aceh terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat. Ia memastikan ruang komunikasi tetap dibuka untuk membahas berbagai persoalan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Menurut Taufik, Pemerintah Aceh bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Percepatan tersebut mencakup sejumlah sektor penting, termasuk pendidikan, kesehatan dan penyediaan rumah hunian.

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Baca Juga :  Kak Na Temui Warga di Pengungsian Gampong Matang Kareung

Ia mengatakan Pemerintah Aceh sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mengevaluasi dan mendorong percepatan penanganan pascabencana.

Selain itu, komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga akan diperkuat agar persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami beberapa hari lalu duduk bersama semua SKPA. Kami akan bangun komunikasi yang intensif dengan kabupaten/kota,” kata Taufik.

Taufik juga mengakui Pemerintah Aceh tidak dapat bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Karena itu, pemerintah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan sekaligus mencari solusi terhadap persoalan yang masih terjadi di lapangan.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.

Untuk memperkuat akses informasi, Pemerintah Aceh juga telah membuka posko yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait perkembangan penanganan pascabencana.

Baca Juga :  Wagub Aceh Minta Akses Tol untuk Jemaah Haji Dibuka Khusus Selama Musim Haji 2025

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa tidak berhenti pada aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya bersama mengawal proses pemulihan Aceh.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.

Mahasiswa Soroti Kondisi Pascabencana

Dalam aksi tersebut, mahasiswa USK menyampaikan sejumlah temuan dan tuntutan terkait kondisi pemulihan pascabencana di Aceh.

Ketua BEM USK menyampaikan hasil observasi mahasiswa di sejumlah daerah, termasuk Gayo Lues. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan infrastruktur dan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana namun belum sepenuhnya tertangani.

Baca Juga :  Wagup Aceh Turut Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penenganan Pengungsi Aceh Tamiang

Mahasiswa menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pemulihan sektor pendidikan berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas belajar masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik USK menyoroti persoalan transparansi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mahasiswa meminta pemerintah membuka informasi mengenai penggunaan dana sehingga publik dapat ikut mengawasi proses pemulihan.

Adapun Ketua BEM Fakultas Keperawatan USK menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai masih belum sepenuhnya pulih. Mahasiswa juga mempertanyakan minimnya serapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk penanganan pascabencana.

Aksi tersebut kemudian direspons Pemerintah Aceh melalui pertemuan langsung antara mahasiswa dan Plt Sekda Aceh. Pemerintah menyatakan akan memperkuat komunikasi dengan SKPA dan pemerintah kabupaten/kota serta terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dalam mengawal proses pemulihan pascabencana.[]

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Mualem Santuni 1.000 Anak Yatim di Aceh Barat

Pemerintah Aceh

Distanbun Imbau Larangan Karet Mentah Keluar Daerah, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah Aceh

Peringati HUT RI ke-80, Gubernur Aceh Serahkan Remisi kepada Narapidana

Aceh Besar

Sabur Kembali Gelar Sunat Massal Gratis di Montasik 

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Mualem Tutup Kejurprov Motocross Grasstrack Seri 4 di Lhokseumawe

Nasional

Wagub Aceh Ikuti Rakor Nasional Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Berita

Mualem Santuni 3.000 Anak Yatim di Aceh Barat, Nagan Raya, dan Abdya

Pemerintah Aceh

Peringati Hari Damai Aceh XXI, Malam Ini Zikir dan Doa Digelar di Masjid Raya Baiturrahman