Aceh Tengah – Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan pembersihan pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di SMP Negeri 26 Takengon, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (10/2/2026).
Sekolah tersebut terdampak banjir dengan lumpur setinggi lutut orang dewasa yang menutupi sejumlah bangunan, sehingga kegiatan belajar-mengajar untuk sementara waktu tidak dapat dilaksanakan.
Sebanyak enam gedung dengan total 10 ruangan terdampak. Bangunan itu meliputi satu gedung dewan guru yang terdiri dari tiga ruangan, satu gedung berisi tiga ruang kelas, satu gedung perpustakaan, satu mess sekolah, serta dua gedung rumah dinas guru dengan total empat unit rumah.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0106/Aceh Tengah, 20 personel Yonif TP 854/DK, serta warga setempat. Mereka membersihkan lumpur, kayu, dan sisa material banjir yang menempel di lantai maupun dinding bangunan.
Saat ini, pembersihan difokuskan pada rumah dinas guru, khususnya ruangan ke-6 hingga ke-10. Hingga sore hari, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 77 persen dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh bangunan bersih dan siap digunakan kembali.
Proses pembersihan masih terkendala keterbatasan air bersih, sehingga sisa lumpur yang menempel membutuhkan waktu lebih lama untuk dibersihkan secara maksimal.
Salah seorang warga, Heru, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan TNI.
“Kami sangat terbantu dengan adanya TNI. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai,” ujarnya.
Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan pembersihan akan terus dilakukan hingga seluruh fasilitas sekolah kembali layak pakai, sehingga kegiatan belajar-mengajar di SMPN 26 Takengon dapat segera berjalan normal.(**)
Editor: Dahlan









