Home / Peristiwa

Kamis, 2 April 2026 - 19:55 WIB

Waspada Cuaca “Galau”, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

REDAKSI

Penampakan awan Cumulonimbus yang mulai menebal di langit Jakarta saat memasuki masa peralihan musim. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca

Penampakan awan Cumulonimbus yang mulai menebal di langit Jakarta saat memasuki masa peralihan musim. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca "galau" yang ditandai dengan panas terik di pagi hari dan hujan lebat mendadak yang disertai petir serta angin kencang pada siang hingga sore hari.

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu atau kerap disebut sebagai cuaca “galau”. Fenomena ini merupakan ciri khas dari masa pancaroba atau peralihan musim yang tengah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

​Dalam periode ini, perubahan cuaca dapat berlangsung secara sangat cepat. Melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, dijelaskan bahwa pagi hari yang semula cerah dan panas terik bisa berubah drastis menjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari.

Baca Juga :  Taqwaddin Husin dan Teuku Alvisyahrin Presentasi di Jepang tentang Peran Internasional dalam Menolong Korban Tsunami Aceh

​Pemicu Cuaca Ekstrem

​BMKG menjelaskan bahwa saat masa peralihan, kondisi atmosfer cenderung tidak stabil. Hal ini memicu pembentukan awan Cumulonimbus secara lebih cepat. Awan raksasa inilah yang menjadi pemicu utama hujan intensitas lebat, kilat, angin kencang, hingga potensi cuaca ekstrem lainnya.

​”Saat ini, atmosfer sedang bergejolak sehingga cuaca dapat berubah secara tiba-tiba. Awan-awan raksasa (Cumulonimbus) terbentuk lebih cepat membawa ancaman angin kencang, badai petir, hingga hujan es,” tulis BMKG dalam unggahan di media sosialnya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Kluet Utara: 13 Ruko Hangus Dilahap Si Jago Merah

​Ciri-Ciri Cuaca Pancaroba

​Masyarakat diminta mengenali pola cuaca selama masa pancaroba agar dapat melakukan langkah antisipasi. Berikut adalah ciri-cirinya:

​Pagi Hari: Cuaca cerah dengan panas matahari yang terasa cukup menyengat.

​Siang Hari: Mulai terbentuk awan gelap dan tebal (jenis Cumulonimbus).

​Sore hingga Malam: Berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat berlangsung hingga dini hari.

​Aktivitas Petir: Sering muncul petir, terutama setelah periode panas yang berlangsung cukup lama.

​Langkah Antisipasi

​Seiring dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil, BMKG menekankan pentingnya langkah pencegahan bagi masyarakat, di antaranya:

Baca Juga :  Tim Damkar Aceh Besar Evakuasi Ular Piton 3,5 Meter

​Selalu sedia payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.

​Menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tetap fit di tengah perubahan cuaca yang ekstrem.

​Rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

​Dengan memahami pola cuaca di masa pancaroba ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi risiko serta meminimalkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem seperti puting beliung maupun hujan es. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Gedung DPRA Terbakar, Api Berkobar di Ruang Humas dan Sekretariat

Peristiwa

TNI, Damkar, BPBD dan Warga Padamkan Kebakaran 13 Ruko di Aceh Selatan.

Peristiwa

Tabrak Lari!, Muslem Ulka Wartawan Media NAD Ditabrak Sepeda Motor, Diduga Pelaku Pelajar

Peristiwa

Kecelakaan Jelang Lebaran Renggut Lima Nyawa, Begini Kata Kasat Lantas Polresta Banda Aceh

Aceh Besar

Tim Damkar Aceh Besar Evakuasi Ular Piton 3,5 Meter

Peristiwa

Hiace Tabrakan dengan Colt Diesel di Aceh Timur, Satu Penumpang Tewas

Aceh Barat

PT MIFA Harus Hentikan Kegaduhan, Laporkan Bupati Sama Saja Menantang Rasa Keadilan Rakyat

Peristiwa

Hiace Tabrak Pembatas Jalan di Julok, Sopir Tewas dan Delapan Penumpang Luka Parah