Home / Berita

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:33 WIB

Ironi Anggaran Perdamaian Aceh: Rp2,3 Miliar untuk Seremoni Sehari, Program Mitigasi Konflik Hanya Rp500 Ribu

REDAKSI

Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Tahun 2025 menunjukkan alokasi kegiatan seremonial Peringatan Hari Damai Aceh sebesar Rp2,3 miliar, angka yang melampaui total anggaran rehabilitasi sosial korban konflik. Minimnya rincian komponen belanja dalam pos ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan efektivitas penggunaan Dana Otsus Aceh untuk pemulihan pascakonflik yang substantif.

Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Tahun 2025 menunjukkan alokasi kegiatan seremonial Peringatan Hari Damai Aceh sebesar Rp2,3 miliar, angka yang melampaui total anggaran rehabilitasi sosial korban konflik. Minimnya rincian komponen belanja dalam pos ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan efektivitas penggunaan Dana Otsus Aceh untuk pemulihan pascakonflik yang substantif.

Banda Aceh — Satu pos anggaran dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Tahun Anggaran 2025, memunculkan sorotan terkait arah penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, untuk penguatan perdamaian.

Dalam dokumen RKA tersebut, tercantum satu kegiatan bertajuk Peringatan Hari Damai Aceh dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.393.000.000, yang bersumber dari Dana Otsus Aceh kategori penguatan perdamaian. Kegiatan ini bersifat seremoni dan direncanakan berlangsung selama satu hari.

Besaran anggaran tersebut menjadi perhatian karena tidak dialokasikan untuk program rehabilitasi korban konflik, pendidikan damai, maupun upaya pencegahan dan mitigasi konflik yang bersifat berkelanjutan. Padahal, Dana Otsus Aceh merupakan skema pendanaan yang lahir dari proses politik dan historis pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki.

Baca Juga :  Srikandi Polresta Banda Aceh Gelar Upacara Memperingati Hari Ibu ke 94

Jika dibandingkan dengan alokasi program lain dalam RKA yang sama, terdapat perbedaan mencolok. Untuk rehabilitasi sosial korban konflik, BRA mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2.031.736.000. Sementara itu, program pendidikan damai hanya mendapat alokasi Rp. 500.000, pencegahan dan mitigasi konflik Rp. 500.000, serta kegiatan monitoring, evaluasi, dan pelaporan sebesar Rp. 31.000.000.

Baca Juga :  DPMPTSP Aceh Sesuaikan Program Kegiatan dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh 2025 – 2030

Minimnya alokasi anggaran pada program-program substantif tersebut berbanding terbalik dengan besarnya dana yang disiapkan untuk kegiatan seremoni satu hari.

Selain itu, dalam dokumen RKA, kegiatan Peringatan Hari Damai Aceh tidak disertai rincian komponen belanja.

Tidak terdapat penjelasan terkait kebutuhan anggaran untuk sewa panggung dan peralatan, konsumsi dan akomodasi, tenda dan dekorasi, dokumentasi dan publikasi, honorarium panitia, maupun produksi materi cetak seperti baliho, backdrop, atau buku. Yang tercantum hanya uraian kegiatan secara umum tanpa breakdown biaya.

Baca Juga :  Ketua SEMMI Aceh Apresiasi Kepolisian Soal Pengamanan Pemilu dan Pilkada 2024

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi serta efektivitas penggunaan Dana Otsus Aceh, khususnya dalam konteks penguatan perdamaian yang semestinya berorientasi pada pemulihan korban dan pencegahan konflik jangka panjang.

Sebagai informasi, total belanja Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh dalam RKA Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp. 67.476.019.888. Angka tersebut mencerminkan besarnya ruang fiskal yang dimiliki BRA dalam menentukan prioritas program perdamaian Aceh ke depan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Pansus DPRK Aceh Besar Kaji Perubahan Status Hutan Lindung

Berita

Bupati Muharram Idris Sambut Titiek Soeharto, Tegaskan Komitmen Aceh Besar dalam Ketahanan Pangan

Berita

Polda Aceh Gelar Syukuran atas Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti

Berita

Diskominfotik Banda Aceh Kolaborasi dengan Diskominsa Aceh dan BPS, Tingkatkan Kualitas Data dan Program

Berita

Tim Gabungan Kodam IM gerebek Gudang Oplosan Elpiji dan BBM di Banda Aceh

Berita

Ketua TP-PKK Aceh Besar Salurkan Bantuan untuk Anak Asuh Stunting di Kecamatan Kuta Cot Glie

Berita

Terkait Insentif, ATAS Provinsi Aceh Temui Komisi VI DPRA

Berita

Warga Serahkan Benda Yang Diduga Granat Type 97 Temuan ke Polresta Banda Aceh