Home / Daerah / Pemerintah Aceh

Senin, 15 Desember 2025 - 19:09 WIB

Seberangi Krueng Peusangan, Kak Na Antar Bantuan ke Gampong Kubu

REDAKSI

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir (Kak Na), menumpang perahu nelayan menyeberangi Krueng Peusangan untuk mengantarkan bantuan ke Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang terisolir akibat putusnya jembatan penghubung, Minggu (14/12/2025).

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir (Kak Na), menumpang perahu nelayan menyeberangi Krueng Peusangan untuk mengantarkan bantuan ke Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang terisolir akibat putusnya jembatan penghubung, Minggu (14/12/2025).

Bireun – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan T Adi Darma serta Istri Ketua DPR Aceh, mengantarkan bantuan untuk korban terdampak banjir di Gampong Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Minggu (14/12/2025).

Menumpang boat nelayan, Kak Na dan rombongan menyeberangi Krueng Peusangan. Gampong Kubu merupakan salah satu Gampong terisolir, akses daratnya terputus total karena jembatan Pante Lheung, satu-satunya jembatan penghubung terputus dihajar material banjir.

‘Alhamdulillah, sore ini kita bisa mengantar bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Gampong Kubu. Putusnya jembatan Pante Lheung membuat Gampong ini terisolir akses ke sini anya bisa dilakukan dengan menumpang boat nelayan serta Gondola tradisional yang dibuat swadaya oleh masyarakat,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

Baca Juga :  Dipimpin Wakil Gubernur, Upacara Penurunan Bendera di Aceh Berlangsung Khidmat 

Pada kesempatan tersebut, Kak Na mengimbau agar masyarakat tetap bersabar menghadapi cobaan dari Allah yang dihantar melalui bencana ini.

‘Tetap bersabar ya Bu. Pemerintah Aceh dan semua pihak terus berupaya melakukan penanganan pasca banjir. Masih panjang dan berat kerja-kerja kita. Namun Insya Allah, dengan kerja bersama kita mampu menghadapi cobaan ini,” ucap Kak Na.

Sebelumnya, Kak Na juga mengantarkan bantuan ke Posko Gampong Kapa, yang didirikan di Meunasah Kapa serta posko Gampong Blang Panjoe yang juga didirikan di Meunasah setempat.

Akses menuju kedua Gampong memang sudah bisa dilalui, namun di sisi kiri dan kanan timbunan pasir bercampur lumpur setinggi hingga 1 meter sisa pembersihan menghitam seperti benteng.

Pemandangan serupa juga terlihat di pekarangan dan di dalam rumah warga. Pasir bercampur lumpur mulai mengeras setinggi hingga 1 meter menimbun rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ikuti Retret Kepala Daerah se-Indonesia di Akmil Magelang

Seluruh isi rumah terendam, tak ada peralatan rumah tangga yang tak terendam material banjir. Meski warga mulai pulang ke rumah untuk membersihkan harta benda yang tersisa, namun tak ada air bersih untuk membersihkannya.

Selain itu, pasir bercampur lumpur yang merendam rumah mereka juga tak tahu harus di buang kemana. Seluruh gampong terendam endapan sisa banjir itu. Kondisi ini semakin memperberat upaya mereka membersihkan istana kecil mereka.

Meski menjalankan misi bersih-bersih, namun keseharian masyarakat di isi dengan aktifitas bermandi lumpur yang ketinggiannya mencapai 30 centimeter hingga 1 meter. Karena mengendap berhari-hari, material pasir dan lumpur ini telah mengeras. Kondisi ini semakin mempererat misi bersih-bersih warga.

Geuchiek Gampong Blang Panjoe M Ruslan, berharap pemerintah memberi bantuan alat berat untuk membersihkan jalan gampong serta pekarangan rumah warga yang dipenuhi endapan lumpur dan pasir.

Baca Juga :  Sekda Aceh Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pengelolaan Sumur Minyak Masyarakat

“Kami sangat berharap pemerintah membantu alat berat, seperti Beko dan buldoser untuk membersihkan jalan dan pekarangan rumah warga. Endapan lumpur dan pasir yang cukup tinggi akan sangat sulit dibersihkan secara manual. Selain itu, material yang telah dibersihkan juga tak tahu harus dibuang kemana karena seluruh gampong terendam endapan tersebut,” ujar M Ruslan.

Tak hanya membawa bantuan pangan dan sandang. Kak Na juga membawa serta petugas kesehatan serta obat-obatan. Saat Kak Na berbagai biskuit menyemangati para bocah serta kaum Ibu, para petugas kesehatan silih berganti menerima keluhan masyarakat di posko pengungsian. []

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Jembatan Bailey Panton Nisam Aceh Utara Rampung, Akses Warga kembali terhubung 

Daerah

Bupati Al-Farlaky Dan Kapolda Sambut Kunjungan KSP, Persoalan Banjir Aceh Timur Dibawa ke Rapat Satgas Nasional

Pemerintah Aceh

Wakil Gubernur Aceh Kukuhkan Pengurus Aceh Australian Alumni Periode 2025–2028

Berita

Penyidik Jaksa Kejati Aceh Geledah dan Sita 1 Box Kontainer Dokumen Tindak Pidana Korupsi BGP Aceh

Daerah

Kunker di Polres Aceh Tengah, Kapolda Ajak Personel Jaga Soliditas dan Tingkatkan Profesionalisme

Daerah

Dinas Sosial Aceh Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Iqra bagi Korban Banjir Pidie Jaya

Daerah

Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Resah Diminta Kosongkan Tenda 16 Februari

Daerah

Wakili Bupati, Kadisdik Dayah Hadiri Penglepasan dan Wisuda Syahadah Al Quran 30 Juz ke-VII Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas