Banda Aceh – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat koordinasi bersama mitra kerja di Aula Serba Guna DPRA, Kamis (8/1/2026). Rapat ini membahas identifikasi dampak bencana hidrometeorologi dan rencana aksi penanganan pascabencana.
Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRA serta Asisten II Pemerintah Aceh sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Aceh, Dr Zulkifli, M.Si, dan dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRA, Khairil Syahrial, ST, M.AP, dengan menghadirkan sejumlah mitra kerja strategis, antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Pangan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Peternakan Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, serta Kantor Wilayah Perum Bulog Provinsi Aceh.
Dalam pengantarnya, Khairil Syahrial menegaskan pentingnya identifikasi menyeluruh terhadap kabupaten/kota yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Ia menekankan bahwa saat ini telah memasuki hari ke-44 pascabencana, sehingga seluruh dinas terkait dituntut untuk segera menyusun dan melaksanakan rencana aksi yang konkret.
“Setiap dinas harus kompak dan saling bersinergi, dengan mengutamakan pemulihan kerusakan serta percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegas Khairil Syahrial.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Aceh sekaligus Plt Kepala Bappeda Aceh, Dr Zulkifli, M.Si, dalam paparannya menyampaikan bahwa hingga saat ini telah teridentifikasi sebanyak 200 kecamatan dan 3.038 gampong yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Aceh, berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh. Ia menegaskan bahwa Rapat Koordinasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Aceh.
Berbagai bentuk kerusakan turut menjadi fokus pembahasan, di antaranya kerusakan hutan, lahan pertanian, peternakan, serta terganggunya mobilitas logistik pangan. Data sementara mencatat terjadinya deforestasi seluas 11.265 hektare, kerusakan lahan sawah seluas 53.519 hektare, kebun seluas 27.620 hektare, serta kematian ternak sebanyak 63.187 ekor.
Rapat Koordinasi ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRA, yakni Muhammad Iqbal, T Heri Suhadi (Abu Heri), Rahmuddinsyah S.Sos., M Natsir, Fuadri S.Si., MSi., Tantawi, SIP, MAP, serta Tati Meutia Asmara, S.KH MSi. Para anggota turut menyampaikan berbagai pandangan dan masukan terkait langkah penanganan pascabencana.
Beberapa rencana aksi rehabilitasi yang mengemuka dalam rapat antara lain pengumpulan kayu yang tertumpuk untuk kebutuhan rekonstruksi, penguatan sumber daya manusia bagi polisi hutan, mobilisasi bantuan logistik secara masif, serta alih fungsi lahan yang mengalami kerusakan akibat endapan lumpur melalui penanaman jagung.
Rapat Koordinasi mitra kerja Komisi II DPRA ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan lebih lanjut dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Komisi II DPRA berkomitmen untuk kembali melakukan pembahasan secara terfokus bersama masing-masing dinas terkait guna mengoptimalkan penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
Editor: Redaksi









