Aceh Utara — Solidaritas kemanusiaan lintas negara kembali ditunjukkan oleh masyarakat Aceh–Melayu yang bermukim di kawasan Rawang, Negeri Selangor, Malaysia. Bersama Tim Medis KPA Simpang Keuramat dan Laskar Pemuda Aceh, mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para penyintas bencana banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Bantuan yang dikirimkan berupa sembako untuk kebutuhan sehari-hari serta berbagai perlengkapan dasar yang sangat dibutuhkan warga pengungsian. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke empat titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak banjir.
Perwakilan masyarakat Aceh–Melayu Rawang, Muhammad Jubir, mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan di Dusun Keude dan Dusun Bukit Abi Gampong Rumoh Rayeuk, Dusun Satu Gampong Langkahan, serta Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami terhadap saudara-saudara di tanah kelahiran yang saat ini tengah menghadapi musibah banjir. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan sedikit meringankan beban para penyintas,” ujar Jubir, Senin (19/1/2026).
Jubir mengaku sangat prihatin melihat kondisi kehidupan para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Menurutnya, kebutuhan dasar di lokasi pengungsian masih sangat terbatas.
“Kondisi warga di pengungsian masih sangat kekurangan. Alhamdulillah, dengan datangnya bantuan dari kami, mereka sangat bersyukur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, baik warga Aceh di perantauan maupun masyarakat Melayu tempatan di Selangor, Malaysia, yang telah ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Selain bantuan logistik, kegiatan kemanusiaan tersebut juga disertai dengan pelayanan kesehatan gratis bagi para pengungsi. Tim Medis KPA Simpang Keuramat membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan di dua titik pengungsian, yakni Bukit Abi dan Dusun Keude Rumoh Rayeuk.
Salah seorang anggota Tim Medis KPA Simpang Keuramat, Muhibbudin, menjelaskan bahwa layanan kesehatan sangat dibutuhkan karena masih banyak warga yang bertahan hidup di bawah tenda darurat dengan kondisi kesehatan yang rentan.
“Pelayanan kesehatan kami buka di dua titik karena di lokasi tersebut masih banyak warga yang belum bisa kembali ke rumah. Keluhan yang kami tangani antara lain penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, demam, dan gangguan pencernaan,” jelas Muhibbudin.
Ia menambahkan, hingga hari ke-54 pascabencana banjir, Medical Team KPA Simpang Keuramat telah melakukan pelayanan kesehatan di sekitar 30 titik pengungsian yang tersebar di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah.
“Insya Allah kami akan terus bergerak menjangkau daerah-daerah terdampak lainnya yang masyarakatnya belum mendapatkan akses layanan kesehatan secara maksimal,” imbuh Muhibbudin, didampingi dr. Nellyssayanti selaku Koordinator Medis.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional dan kepedulian masyarakat Aceh, baik di dalam maupun luar negeri, dalam membantu sesama yang sedang dilanda musibah.(**)
Editor: Dahlan












