Aceh Tamiang — Semangat kemanusiaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Baitul Mal Aceh tak surut meski dihadapkan pada medan berat dan sisa dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Tak patah arang, tim ini terus melanjutkan aksi pembersihan ke berbagai dayah (pesantren) hingga sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan keagamaan.
Kegiatan pembersihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya untuk memastikan aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikan dapat kembali berjalan normal. Sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak banjir terlihat dipenuhi lumpur, sampah, dan sisa material yang terbawa arus, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Tim Satgas Bencana Baitul Mal Aceh bergerak sejak pagi hari dengan membawa peralatan kebersihan seperti sekop, cangkul, mesin pompa air, serta alat pelindung diri. Mereka menyasar ruang kelas, asrama santri, mushalla, hingga halaman sekolah dan dayah yang sebelumnya terendam banjir.
Koordinator Satgas Bencana Baitul Mal Aceh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh terhenti terlalu lama hanya karena musibah alam.
“Dayah dan sekolah adalah tempat lahirnya generasi masa depan Aceh. Karena itu, kami berkomitmen untuk membantu memulihkan fasilitas pendidikan agar anak-anak dan santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Aksi gotong royong tersebut turut melibatkan unsur masyarakat setempat, pengelola dayah, para guru, serta relawan lokal. Sinergi ini mempercepat proses pembersihan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang terdampak.
Pihak pengelola dayah dan sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Baitul Mal Aceh. Mereka menilai kehadiran Satgas Bencana memberikan harapan baru, khususnya bagi para santri dan siswa yang sempat terganggu aktivitas belajarnya akibat bencana.
Selain melakukan pembersihan, Satgas Bencana Baitul Mal Aceh juga melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas pendidikan sebagai bahan laporan dan pertimbangan untuk tindak lanjut bantuan ke depan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Baitul Mal Aceh kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pengelola dana umat, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat Aceh menghadapi dan bangkit dari berbagai bencana.(**)
Editor: Redaksi









