Home / Pendidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:48 WIB

Tak Layak Digunakan, SMAS–SMPS Bustanul Ulum Minta Relokasi Pasca Banjir Bandang

Redaksi

Kepala SMAS Bustanul Ulum Jailani, S.Ag, mendampingi Plt Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin saat meninjau kondisi bangunan sekolah yang rusak berat akibat banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah.(20/01/2026)

Kepala SMAS Bustanul Ulum Jailani, S.Ag, mendampingi Plt Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin saat meninjau kondisi bangunan sekolah yang rusak berat akibat banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah.(20/01/2026)

Bener Meriah – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah hampir dua bulan lalu masih menyisakan duka mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak paling parah adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas, Selasa (20/1/2026).

Jailani menjelaskan, banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 mengakibatkan kerusakan berat pada berbagai fasilitas sekolah. Letak sekolah yang berada di tepi aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap bencana, termasuk potensi banjir dan longsor susulan.

Baca Juga :  Disdik Aceh Sosialisasikan Hasil Survei Persepsi Anti Korupsi dan Kualitas Pelayanan

“Pasca banjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir terhadap kemungkinan bencana susulan,” ujar Jailani.

Ia mengungkapkan, sejumlah bangunan mengalami retakan serius dan dinyatakan tidak layak digunakan, di antaranya asrama siswa, ruang kelas, kantor sekolah, serta gedung laboratorium di bagian belakang yang terdampak longsor. Jembatan penghubung menuju pemukiman warga dan akses ke kota juga ikut rusak.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Sambut Program "Go to School" Bersama KPI Aceh

“Musala putra tidak bisa dimanfaatkan lagi karena tangganya ambruk dan besinya rusak. Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak dapat digunakan,” jelasnya.

Tragedi banjir bandang tersebut juga merenggut korban jiwa. Seorang guru bernama almarhum Sandika meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan siswa.

“Kami sangat berduka. Almarhum gugur sekitar pukul 03.00 dini hari, terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani dengan suara haru.

Baca Juga :  Disdik Aceh Gelar Rapat Kerja dan Lepas Sambut Pejabat Baru, Marthunis Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Integritas

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak memungkinkan lagi untuk difungsikan.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dan bantuan untuk relokasi serta pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum, agar proses pendidikan di dayah kami dapat kembali berjalan normal pascabencana banjir bandang,” pungkasnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Junaidi di Apel Rutin Disdik Aceh: Energi Baru untuk Wujudkan “Aceh Meusyuhu”

Pendidikan

Pusat dan Aceh Percepat Pemulihan Sekolah Pascabencana di Aceh Utara

Aceh

Disdik Aceh Tegaskan Tidak Ada Biaya Pendaftaran Ulang SPMB 2025

Aceh

Kadisdik Aceh Tegaskan Fokus Pemerataan Kualitas Sekolah di Seluruh Aceh Pasca SPMB 2025

Aceh

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SD YPPGI ILU

Pendidikan

Marthunis Ajak Generasi Aceh Tingkatkan Literasi Bahasa Inggris untuk Hadapi Dunia Global

Daerah

Kadisdik Targetkan SMA di Aceh Masuk 10 Besar Nasional, Butuh Dukungan Semua Pihak