Aceh Timur — Warga Gampong Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari I, Kabupaten Aceh Timur, dikejutkan oleh fenomena alam tak biasa yang terjadi saat proses pengeboran sumur bor untuk kebutuhan air bersih masjid setempat, Senin (19/1/2026).
Alih-alih menemukan sumber air, pengeboran yang dilakukan hingga kedalaman sekitar 45 meter justru mengeluarkan semburan lumpur bercampur gas dari dalam tanah. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga karena terjadi secara tiba-tiba dan disertai tekanan dari dalam lubang bor.
Informasi yang diterima wartawan pada Selasa (20/1/2026) menyebutkan, kejadian bermula ketika sejumlah pekerja tengah melakukan pengeboran sumur bor yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Masjid Paya Deumam Lhee. Saat mata bor menembus lapisan tanah tertentu, material lumpur mendadak menyembur ke permukaan disertai gelembung gas.
Menyadari kondisi yang tidak normal dan berpotensi membahayakan, para pekerja langsung menghentikan seluruh aktivitas pengeboran. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparatur gampong, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur.
Menindaklanjuti laporan warga, pada Selasa (20/1/2026) tim DLH Aceh Timur bersama tim ahli dari PT Medco E&P Malaka segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan observasi teknis. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Gas Detector guna memastikan jenis dan kadar gas yang keluar dari dalam tanah.
Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, tim tidak menemukan adanya gas hidrogen sulfida (H₂S) maupun gas beracun lainnya yang membahayakan keselamatan manusia.
“Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh, tidak terdeteksi adanya gas H₂S atau gas berbahaya lainnya. Gas yang keluar memiliki kadar rendah dan tidak bersifat racun,” ujar Muslidar.
Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa semburan tersebut berasal dari rembesan gas alami yang keluar melalui pori-pori tanah. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena konsentrasi gas yang terdeteksi bahkan masih berada di bawah kadar gas rumah tangga pada umumnya.
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan, tim ahli dari PT Medco E&P Malaka merekomendasikan agar sumur bor tersebut ditutup secara permanen, mengingat masih adanya gelembung gas yang terus muncul dari lubang bor.
Saat ini, area di sekitar lokasi sumur bor telah dipasangi garis polisi (police line) untuk membatasi akses warga agar tidak mendekat. Pemerintah gampong bersama pihak terkait juga terus memantau kondisi di lapangan sembari menunggu penanganan lanjutan sesuai rekomendasi teknis.(**)
Editor: Dahlan












