Home / Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:56 WIB

Sumur Bor Masjid di Aceh Timur Semburkan Lumpur dan Gas

Redaksi

Petugas memasang garis polisi di lokasi sumur bor Masjid Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari I, Aceh Timur, yang mengeluarkan semburan lumpur bercampur gas saat proses pengeboran, Selasa (20/1/2026).

Petugas memasang garis polisi di lokasi sumur bor Masjid Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari I, Aceh Timur, yang mengeluarkan semburan lumpur bercampur gas saat proses pengeboran, Selasa (20/1/2026).

Aceh Timur — Warga Gampong Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari I, Kabupaten Aceh Timur, dikejutkan oleh fenomena alam tak biasa yang terjadi saat proses pengeboran sumur bor untuk kebutuhan air bersih masjid setempat, Senin (19/1/2026).

Alih-alih menemukan sumber air, pengeboran yang dilakukan hingga kedalaman sekitar 45 meter justru mengeluarkan semburan lumpur bercampur gas dari dalam tanah. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga karena terjadi secara tiba-tiba dan disertai tekanan dari dalam lubang bor.

Informasi yang diterima wartawan pada Selasa (20/1/2026) menyebutkan, kejadian bermula ketika sejumlah pekerja tengah melakukan pengeboran sumur bor yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Masjid Paya Deumam Lhee. Saat mata bor menembus lapisan tanah tertentu, material lumpur mendadak menyembur ke permukaan disertai gelembung gas.

Baca Juga :  Pelayanan Polres Aceh Tamiang Tetap Berjalan di Posko Tanggap Darurat

Menyadari kondisi yang tidak normal dan berpotensi membahayakan, para pekerja langsung menghentikan seluruh aktivitas pengeboran. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparatur gampong, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur.

Menindaklanjuti laporan warga, pada Selasa (20/1/2026) tim DLH Aceh Timur bersama tim ahli dari PT Medco E&P Malaka segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan observasi teknis. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Gas Detector guna memastikan jenis dan kadar gas yang keluar dari dalam tanah.

Baca Juga :  Kedepankan Komunikasi dan Kemitraan yang Erat dengan Media Massa, PT Solusi Bangun Andalas Raih Dua Penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers Indonesia

Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, tim tidak menemukan adanya gas hidrogen sulfida (H₂S) maupun gas beracun lainnya yang membahayakan keselamatan manusia.

“Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh, tidak terdeteksi adanya gas H₂S atau gas berbahaya lainnya. Gas yang keluar memiliki kadar rendah dan tidak bersifat racun,” ujar Muslidar.

Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa semburan tersebut berasal dari rembesan gas alami yang keluar melalui pori-pori tanah. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena konsentrasi gas yang terdeteksi bahkan masih berada di bawah kadar gas rumah tangga pada umumnya.

Baca Juga :  Mualem Tutup KKN UGM di Pulo Aceh

Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan, tim ahli dari PT Medco E&P Malaka merekomendasikan agar sumur bor tersebut ditutup secara permanen, mengingat masih adanya gelembung gas yang terus muncul dari lubang bor.

Saat ini, area di sekitar lokasi sumur bor telah dipasangi garis polisi (police line) untuk membatasi akses warga agar tidak mendekat. Pemerintah gampong bersama pihak terkait juga terus memantau kondisi di lapangan sembari menunggu penanganan lanjutan sesuai rekomendasi teknis.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

SPS Aceh Audiensi dengan Pj Gubernur Terkait HUT dan Rakernas

Daerah

DPRA Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan TPPO  

Daerah

Aspal Jembatan Kembar Peureulak Terancam Ambruk, Warga Khawatir Keselamatan Pengguna Jalan

Daerah

Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di Masa Transisi, Roda Oganisasi Tak Boleh Berhenti

Daerah

Bupati Aceh Besar Muharram Idris Terima Anugerah Award The Aceh Post

Daerah

Kapolres Aceh Tamiang: Bencana Ini Adalah Takdir, Mari Bersinergi untuk Bangkit

Daerah

Dua Pria Ditangkap di Lhoksemawe,Sabu 1 Kg Disita

Aceh Besar

Meugang Idul Adha 1446 H, Warga Aceh Besar Padati Pasar Pagi Keutapang Dua