Banda Aceh – Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meresmikan Balai Pengajian Taklimul Ummat yang berlokasi di Dusun Lamnyong, Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Rabu (21/1/2026) sore. Peresmian ini menjadi momentum penting bagi penguatan aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat setempat, khususnya bagi kaum ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim.
Kehadiran Tuanku Muhammad disambut hangat oleh tokoh agama, aparatur gampong, serta para jamaah Majelis Taklim. Kegiatan diawali dengan prosesi peusijuk yang dipimpin oleh Tgk. Jufrizal Sulaiman sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya balai pengajian tersebut. Suasana khidmat semakin terasa dengan pembacaan samadiah dan doa bersama yang diikuti seluruh jamaah dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Tgk. Jufrizal Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terwujudnya Balai Pengajian Taklimul Ummat. Menurutnya, keberadaan balai pengajian ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan diharapkan menjadi sumber cahaya ilmu dan pusat pembinaan umat yang akan membawa banyak manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Gampong Lamgugob.
“Balai pengajian ini insyaAllah akan menjadi tempat yang mulia, tempat lahirnya ilmu, kebersamaan, dan kebaikan. Semoga dari sini muncul generasi yang semakin kuat iman dan akhlaknya,” ujar Tgk. Jufrizal.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, dalam sambutannya mengungkapkan rasa kagum dan harunya atas berdirinya balai pengajian tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan dan keikhlasan pengelola majelis taklim yang selama ini telah menjalankan kegiatan pengajian secara sederhana di dalam rumah.
“Saya sangat bahagia dan terharu. Selamat kepada Pak Saiful dan Ibu Cut Salma yang selama ini telah membuka pintu rumahnya untuk kegiatan pengajian. Hari ini, perjuangan itu berbuah dengan hadirnya Balai Pengajian Taklimul Ummat. Semoga tempat ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberi manfaat luas bagi umat,” ujar Tuanku Muhammad.
Ia juga berharap balai pengajian ini ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, tidak hanya pengajian rutin, tetapi juga kegiatan sosial, pembinaan akhlak generasi muda, serta penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.
Peresmian balai pengajian ditandai dengan pemotongan pita oleh Tuanku Muhammad, disaksikan para tokoh agama dan masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan makan ketan kuning bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.(**)
Editor: Redaksi









