Mataram — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (FE UNU NTB) resmi menjalin kerja sama kelembagaan dengan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Dian Nusantara (FBIS UNDIRA) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan berlangsung di PRIME PARK Hotel & Convention Lombok, Kota Mataram, Sabtu (24/1/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi, bisnis, dan ilmu sosial.
MoU ditandatangani oleh Dekan FE UNU NTB, Abdul Muttalib, S.E., M.E., dan Dekan FBIS UNDIRA, Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D., dengan disaksikan sivitas akademika UNU NTB. Momentum ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Dekan FE UNU NTB, Abdul Muttalib, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring akademik dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Melalui MoU ini, kami berharap tercipta sinergi berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kualitas akademik di kedua fakultas,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FBIS UNDIRA, Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi antarpenguruan tinggi merupakan kebutuhan strategis dalam merespons dinamika global pendidikan dan pembangunan.
“Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung,” jelas Catur, yang juga merupakan Tenaga Profesional Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Ia menambahkan, prinsip kerja sama harus dilaksanakan secara cepat dan konkret.
“Kesepakatan harus langsung dijalankan dan diimplementasikan. Kalau di lapangan, kami menyebutnya Gak Pake Lama (GPL): sepakati, jalankan, dan berdampak,” tegasnya.
Ruang lingkup kerja sama yang tertuang dalam MoU ini mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu fokus utama adalah penulisan riset kolaboratif yang melibatkan kedua institusi.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
Melalui kolaborasi ini, FE UNU NTB dan FBIS UNDIRA optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan keilmuan, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Catur menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia unggul dengan memahami karakter dan budaya lokal.
“Membangun SDM unggul harus dimulai dengan mempelajari budaya tempatan. Tidak semua keunggulan harus dikuasai, tetapi yang dominan dan menjadi ciri daerah itulah yang perlu diperkuat,” ujarnya, seraya menegaskan komitmennya pada motto IKAL PPSA 21 Lemhannas RI: Bersama, Bekerja, Membangun Negeri.(**)
Editor: Redaksi









