Banda Aceh — Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar, Sulaiman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah hampir sembilan tahun memimpin perusahaan penyedia layanan air bersih tersebut.
Informasi pengunduran diri itu dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengawas Perumda Air Minum Tirta Mountala. Konfirmasi tersebut disampaikan Bahrul Jamil secara singkat melalui pesan WhatsApp pada Senin malam (2/2/2026).
“Ya, benar,” ujar Bahrul Jamil menanggapi kabar pengunduran diri Sulaiman.
Pengunduran diri Sulaiman dinyatakan efektif mulai 2 Februari 2026. Kepastian tersebut turut diperkuat dengan beredarnya surat pernyataan resmi dari Sulaiman di grup internal PDAM Aceh.
Dalam pernyataan itu, Sulaiman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama jajaran Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Aceh, apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kebijakan atau keputusan yang tidak sejalan dengan sebagian pandangan.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil selama menjabat semata-mata bertujuan untuk kepentingan bersama, serta mendorong kemajuan Aceh Besar agar mampu sejajar dengan daerah-daerah lain yang lebih dulu berkembang dalam pelayanan air bersih.
Sulaiman juga memastikan bahwa langkah pengunduran dirinya tidak dimaksudkan untuk menimbulkan persoalan internal maupun mengganggu stabilitas perusahaan.
Untuk menjaga keberlangsungan operasional dan pelayanan kepada masyarakat, kepemimpinan sementara Perumda Air Minum Tirta Mountala akan dijalankan oleh Sekretaris Perusahaan. Nama pejabat sementara tersebut disebut telah diusulkan ke Perpamsi Pusat guna memastikan proses transisi berjalan dengan baik.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa pengunduran diri Sulaiman berkaitan dengan keinginannya untuk lebih fokus menjalankan ibadah, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang secara tegas menyebutkan alasan utama pengunduran dirinya.
Sebagai catatan, Sulaiman dilantik sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar oleh Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali pada 22 Oktober 2018. Ia kemudian kembali dipercaya untuk memimpin pada periode kedua bersama Salman sebagai Direktur Teknis serta Devid Zainal sebagai Direktur Umum.
Menariknya, meskipun Aceh Besar mengalami pergantian kepemimpinan daerah, mulai dari masa Mawardi Ali hingga Penjabat Bupati Muhammad Iswanto, Sulaiman tetap dipercaya memimpin PDAM hingga memasuki awal pemerintahan definitif Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2025–2030, Muharram Idris dan Syukri.
Dengan pengunduran diri ini, publik berharap proses transisi kepemimpinan dapat berjalan lancar, serta pelayanan air bersih kepada masyarakat Aceh Besar tetap optimal tanpa hambatan.(**)
Editor: Dahlan









