Home / Ekonomi

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:17 WIB

BSI Perkuat Pemulihan Pascabencana Lewat Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan NTB

Redaksi

Paparan program PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terkait dukungan pembangunan dan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Jumat (6/2/2026).

Paparan program PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terkait dukungan pembangunan dan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Jumat (6/2/2026).

Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BSI secara aktif terlibat dalam pembangunan dan perbaikan rumah layak huni bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan virtual media communication (vitcom) bersama awak media yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026, di Jakarta. Dalam kesempatan itu, BSI memaparkan secara komprehensif berbagai program dukungan perseroan dalam pembangunan hunian bagi korban bencana, yang dilaksanakan secara terintegrasi melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta mitra pelaksana di lapangan.

Baca Juga :  Bank Aceh Aktif Salurkan Bantuan selama Bulan Ramadhan

BSI menyampaikan bahwa program pembangunan rumah pascabencana ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, sekaligus menghadirkan hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan. Kehadiran rumah yang memenuhi standar kelayakan diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi masyarakat untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal setelah bencana.

Dalam pemaparannya, BSI menjelaskan bahwa pembangunan hunian dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan rumah baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, rehabilitasi rumah rusak, hingga dukungan pembiayaan berbasis prinsip syariah yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat setempat. Skema tersebut dirancang agar bantuan yang diberikan tepat sasaran serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima.

Baca Juga :  PT Surveyor Indonesia dan BPMA Dorong Pengelolaan Migas Berkelanjutan untuk Ekonomi Aceh

Program ini juga difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami tingkat kerusakan cukup parah akibat bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Di Provinsi Aceh, BSI turut berperan dalam mendukung pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak dengan pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah dan mitra terkait. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong kembali aktivitas ekonomi lokal yang sempat terhenti.

Sementara itu, di Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat, program serupa juga dijalankan dengan menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik wilayah masing-masing. Selain penyediaan hunian, BSI juga memberikan pendampingan kepada masyarakat agar rumah yang dibangun memenuhi standar keamanan, ketahanan bangunan, dan kelayakan huni, sehingga lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Baca Juga :  Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

BSI menegaskan bahwa keterlibatan perseroan dalam program pemulihan pascabencana merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai syariah yang menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BSI berupaya memastikan setiap bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.

Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung program-program sosial di berbagai daerah, khususnya yang berkaitan dengan penanganan dampak bencana alam serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Rasa Manis dari Ujung Negeri: Kisah Cokbang, Simbol Kebangkitan Kakao Sabang

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

Dana Pemerintah Mengendap Rp234 Triliun, Mintarsih: Kejiwaan Masyarakat Pasti Terdampak

Ekonomi

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Manfaatkan Janeng untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Ekonomi

Mualem Jajaki Kerja Sama Pengembangan Peternakan dan Pertanian dengan Australia

Ekonomi

Genjot Produksi Pertanian, Wagub Aceh Serahkan Alsintan untuk 3 Kabupaten 

Ekonomi

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Ekonomi

Mualem dan DPRA Bahas Rancangan APBA 2026