Home / Internasional

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:48 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz, Pasar Energi Global Bergejolak

Redaksi

Kapal tanker melintasi perairan Selat Hormuz yang strategis, jalur utama distribusi hampir 20 persen minyak dunia yang kini ditutup sementara oleh Iran.(18/2/2026)

Kapal tanker melintasi perairan Selat Hormuz yang strategis, jalur utama distribusi hampir 20 persen minyak dunia yang kini ditutup sementara oleh Iran.(18/2/2026)

Teheran – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran pada Selasa, 18 Februari 2026, mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Keputusan ini segera mengguncang pasar energi internasional karena hampir 20 persen pasokan minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, hingga Iran sendiri. Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dan produk energi lainnya melintasi perairan ini menuju pasar Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Baca Juga :  Prestasi Membanggakan, Firda Rini Mahasiswi Aceh Lolos Seleksi Ketat di University of California

Langkah Teheran dipandang sebagai sinyal politik yang kuat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Penutupan ini dinilai bukan sekadar kebijakan keamanan, melainkan bentuk demonstrasi kekuatan strategis. Dengan menguasai salah satu choke point energi dunia, Iran menunjukkan bahwa mereka memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas pasokan global.

Pengumuman tersebut langsung berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam dalam perdagangan awal, dipicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi. Analis memperingatkan bahwa jika penutupan berlangsung lama, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, transportasi, hingga harga kebutuhan pokok di banyak negara.

Bagi negara-negara konsumen energi utama seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa, situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu krisis pasokan dan meningkatkan biaya impor energi secara signifikan. Sementara itu, negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk juga menghadapi tekanan besar karena ekspor mereka sangat bergantung pada jalur tersebut.

Baca Juga :  Serangan di Gaza Tewaskan 11 Orang, Gencatan Senjata Kian Rawan

Secara historis, Selat Hormuz memang kerap menjadi titik panas geopolitik. Sejak era Perang Iran-Irak pada 1980-an, kawasan ini beberapa kali menjadi arena ketegangan militer dan ancaman blokade. Setiap kali konflik meningkat antara Iran dan Barat, pasar energi global hampir selalu bereaksi cepat.

Pengamat hubungan internasional menilai, penutupan sementara ini bisa menjadi strategi negosiasi. Iran kemungkinan ingin meningkatkan posisi tawar dalam dinamika konflik regional yang lebih luas. Namun, risiko eskalasi tetap terbuka, terutama jika langkah ini memicu respons militer atau sanksi tambahan dari pihak Barat.

Baca Juga :  Menlu RI: Kawasan Asia Tenggara Harus Bebas dari Senjata Nuklir

Di tengah situasi yang belum menentu, komunitas internasional menyerukan de-eskalasi dan dialog diplomatik. Stabilitas Selat Hormuz bukan hanya kepentingan regional, tetapi menyangkut ketahanan energi dan kestabilan ekonomi dunia.

Jika ketegangan tidak segera mereda, dunia berpotensi menghadapi gelombang ketidakpastian baru—dari lonjakan harga energi hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Semua mata kini tertuju pada langkah lanjutan Iran dan respons negara-negara besar dalam beberapa hari ke depan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Internasional

Megawati Doakan Persatuan Indonesia Saat Umrah di Mekkah

Internasional

PENGAKUAN DUNIA! Prof. Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi dari Universitas Wageningen, Belanda

Internasional

Rusia Peringatkan Amerika Serikat Tidak Bantu Israel Melawan Iran

Internasional

Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Berita

Iran Klaim Berhasil Serang Israel dengan Rudal, 4 Orang Tewas

Internasional

Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan Kemanusiaan dari Perusahaan Multinasional

Internasional

Trump Sampaikan Ucapan Ramadan 1447 H untuk Muslim Dunia

Aceh

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh