Timika — Tokoh akademisi Mapuay Menasye Theo Afasedanja menyatakan dukungannya terhadap upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan hukum di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral dari kalangan perguruan tinggi terhadap langkah aparat dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.
Theo menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pendidikan, pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Kami dari kalangan akademisi mendukung langkah penegakan hukum yang tegas dan profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Keamanan yang terjaga akan membuka ruang bagi generasi muda Papua untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah derasnya arus komunikasi digital.
“Kami mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Mari perkuat persaudaraan dan menjaga Papua sebagai rumah bersama,” tambahnya.
Selain itu, Theo mengapresiasi pendekatan dialogis yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya lokal.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
“Mari kita bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai. Papua aman, Papua damai, Papua milik kita bersama,” pungkasnya.(**)
Editor: Dahlan













