Pidie Jaya – Suasana khidmat menyelimuti Meunasah Gampong Cut Langgien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu (8/7) malam. Seusai menunaikan salat Isya, para pemuda, pemudi, dan masyarakat berkumpul untuk mengikuti pengajian rutin yang menghadirkan Ustadz Abu Bakar, S.Sos. Dalam kegiatan tersebut, dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11, Ari Maulana dan Farras Aditya Mahasin, turut hadir bersama Geuchik Gampong Cut Langgien, Muhammad Syahril, S.Pd.
Pengajian rutin ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman agama Islam, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda dan masyarakat. Selain menjadi wadah menimba ilmu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara masyarakat, aparatur gampong, dan mahasiswa KKN yang sedang melaksanakan pengabdian.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Abu Bakar, S.Sos., mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang agama.
“Tinggalkan maksiat, perbanyak takwa,” pesannya kepada seluruh jamaah dengan penuh senyuman.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap muslim hendaknya terus meningkatkan keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kehidupan senantiasa dipenuhi keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam menjalani berbagai ujian kehidupan.
Kehadiran mahasiswa KKN dalam pengajian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Geuchik Gampong Cut Langgien, Muhammad Syahril, S.Pd., turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk dukungan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Mahasiswa KKN USK, Ari Maulana, mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian bersama masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman keagamaan sekaligus mempererat hubungan dengan warga setempat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat mengikuti pengajian bersama masyarakat Gampong Cut Langgien. Kajian ini memberikan banyak pelajaran dan menjadi pengingat bagi saya untuk terus meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami juga merasa senang karena melalui kegiatan seperti ini kami dapat berbaur, belajar dari masyarakat, dan mempererat silaturahmi selama menjalankan KKN. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi semangat bagi kami untuk memberikan kontribusi terbaik kepada Gampong Cut Langgien,” ujar Ari Maulana.
Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam pengajian tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga melalui kehadiran dan partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat. Dari majelis ilmu inilah, semangat kebersamaan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian tumbuh berjalan beriringan, memperkuat makna KKN sebagai proses belajar sekaligus mengabdi di tengah kehidupan masyarakat.
Editor: Redaksi









