Banda Aceh – Kondisi ruas jalan di kawasan Lamnyong menuju Darussalam, Kota Banda Aceh, dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. Sejumlah titik di jalur yang menjadi akses utama menuju kawasan pendidikan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, dengan lubang-lubang dalam yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, khususnya sepeda motor.
Berdasarkan pantauan Dialeksis.com di lapangan pada Rabu (25/2/2026), kerusakan terlihat tersebar di beberapa bagian badan jalan. Lubang berukuran bervariasi tampak menganga di permukaan aspal yang mulai terkelupas. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tidak lagi berjalan normal karena banyak kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak atau berbelok untuk menghindari lubang.
Ruas Lamnyong–Darussalam sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pendidikan dan aktivitas publik, termasuk menuju kampus Universitas Syiah Kuala serta sejumlah fasilitas pendidikan lainnya di kawasan Darussalam. Aktivitas lalu lintas di jalur ini terbilang padat, terutama pada pagi dan sore hari saat mahasiswa dan masyarakat berangkat maupun pulang beraktivitas.
Akram, salah seorang pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini sering membuat pengendara kehilangan keseimbangan saat roda kendaraan masuk ke lubang.
“Kami sering masuk ke lubang jalan yang dalam. Kalau tidak hati-hati, bisa langsung oleng. Ada beberapa insiden hampir jatuh juga,” ujar Akram.
Ia menambahkan, situasi menjadi lebih berbahaya pada malam hari karena pencahayaan di beberapa titik masih minim. Lubang jalan yang tidak terlihat jelas membuat pengendara berisiko mengalami kecelakaan.
“Kalau malam lebih berbahaya lagi. Kadang sudah dekat baru kelihatan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum ada korban serius,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Kusni, seorang mahasiswi di Banda Aceh yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk berkuliah di kawasan Darussalam. Ia mengatakan mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak karena mobilitas yang tinggi di ruas jalan tersebut.
“Kami ini hampir tiap hari lewat sini. Jalan berlubang seperti ini sangat membahayakan, apalagi bagi pengendara motor. Pernah saya hampir jatuh karena roda depan masuk ke lubang,” kata Kusni.
Menurutnya, perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas karena jalur Lamnyong–Darussalam merupakan akses strategis bagi ribuan mahasiswa dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari. Selain berdampak pada kenyamanan, kondisi jalan rusak juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Warga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas teknis terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta perbaikan pada titik-titik kerusakan. Setidaknya, penanganan sementara seperti penambalan lubang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sembari menunggu perbaikan permanen.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin meluas, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat mempercepat pengelupasan aspal dan memperdalam lubang di badan jalan.(**)
Editor: Dahlan













