Home / Pendidikan

Rabu, 1 April 2026 - 19:31 WIB

Kadisdik Aceh Tegur SMK Abaikan Praktik, Banyak Alat Terbengkalai

REDAKSI

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi SMK Tahun 2026 di Aula Disdik Aceh, Banda Aceh, Rabu (1/4/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi SMK Tahun 2026 di Aula Disdik Aceh, Banda Aceh, Rabu (1/4/2026).

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegur keras sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai mengabaikan praktik lapangan. Teguran itu disampaikan menyusul temuan banyaknya peralatan praktik yang terbengkalai dan jarang digunakan di sekolah.

Temuan tersebut diperoleh langsung saat Murthalamuddin melakukan kunjungan ke sejumlah SMK di berbagai daerah. Ia mengaku tidak puas karena hampir rata-rata sekolah masih belum menjadikan praktik sebagai fokus utama pembelajaran vokasi.

“Banyak alat praktik yang hanya disimpan, tidak digunakan secara maksimal. Ini menandakan siswa tidak cukup mendapat pengalaman praktik,” ujarnya dalam kegiatan Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi sekolah SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Baca Juga :  Tinjau Sekolah Terdampak Banjir, Komisi X DPR RI Tegaskan Pendidikan Aceh Harus Tetap Berjalan

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan utama SMK sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan lulusan siap kerja. Ia menegaskan bahwa alat praktik seharusnya menjadi sarana utama bagi siswa untuk mengasah keterampilan, bukan sekadar pelengkap administrasi pengadaan.

Dalam forum tersebut, Murthalamuddin juga mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada pola lama yang berorientasi pada belanja barang. Ia menekankan bahwa pemanfaatan anggaran TKD harus difokuskan pada hal yang berdampak langsung terhadap proses belajar siswa.

“Jangan hanya sibuk membeli, tapi lupa memastikan alat itu dipakai. Siswa harus belajar dengan praktik, bukan hanya teori,” tegasnya.

Baca Juga :  Disdikbud Banda Aceh Lakukan Profiling Guru SD–SMP untuk Pemetaan Kompetensi

Ia menambahkan, meskipun tambahan anggaran TKD belum mampu sepenuhnya menutup kerugian akibat bencana, penggunaannya tetap harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan inti pembelajaran.

Lebih jauh, Murthalamuddin menekankan bahwa SMK memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, jika siswa dibekali keterampilan yang memadai sejak di bangku sekolah, mereka akan lebih siap masuk dunia kerja setelah lulus.

“SMK ini adalah solusi. Kalau anak-anak kita punya skill, mereka bisa langsung bekerja dan mandiri,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan dunia industri perlu terus diperkuat agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional.

Baca Juga :  Apresiasi GTK 2025 Banda Aceh Dibuka, Disdik Aceh Dorong Guru Inovatif dan Berdaya Saing

Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat eselon III dan IV, staf ahli, kepala sekolah, serta guru produktif tersebut, para peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di masing-masing jurusan.

Sebagai tindak lanjut, Murthalamuddin menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai tidak mampu meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam penguatan praktik di SMK.

Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Aceh menegaskan bahwa TKD 2026 bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan instrumen strategis untuk memastikan siswa SMK benar-benar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja.[]

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Murthalamuddin Resmi Dilantik sebagai Kadisdik Aceh

Pemkab Aceh Besar

Tingkatkan Kompetensi Guru, Aceh Besar Gelar Diklat Deep Learning Bahasa Asing

Aceh Besar

Disdikbud dan Kejari Aceh Besar Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah

Daerah

Kadisdik Aceh : Lulusan SMK Harus Siap Bersaing di Era Global

Pendidikan

Tiga Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Medali Emas pada Lomba POSI 2025

Pendidikan

Pemerintah Aceh Apresiasi Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Pendidikan

Mahasiswa Prodi Kesehatan Jalani Praktik Lapangan dan MMD di Puskesmas Darul Kamal

Berita

Dinas Pendidikan Aceh Tegaskan Komitmen Wujudkan Pembelajaran Bermutu Lewat Deep Learning dan Super Apps