Home / Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 21:56 WIB

Guru dan Siswi Terlibat Aksi Jambak di Langsa, Publik Soroti Krisis Etika di Sekolah

REDAKSI

Suasana mencekam di ruang kelas saat seorang siswi terlibat aksi fisik dengan gurunya di Kota Langsa, peristiwa ini viral dan memicu keprihatinan publik terhadap etika di dunia pendidikan.(24/4/2026).

Suasana mencekam di ruang kelas saat seorang siswi terlibat aksi fisik dengan gurunya di Kota Langsa, peristiwa ini viral dan memicu keprihatinan publik terhadap etika di dunia pendidikan.(24/4/2026).

Langsa – Peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan kembali terjadi di Kota Langsa. Sebuah video yang memperlihatkan insiden antara seorang guru perempuan dengan siswinya mendadak viral di media sosial pada Jumat, 24 April 2026. Rekaman singkat tersebut langsung memicu reaksi luas dari masyarakat, mulai dari rasa prihatin hingga kecaman terhadap perilaku yang dinilai tidak mencerminkan etika dalam lingkungan pendidikan.

Dalam video yang beredar, terlihat suasana kelas yang awalnya dipenuhi aktivitas belajar tiba-tiba berubah tegang. Insiden bermula dari perselisihan antar sesama siswi. Melihat situasi yang berpotensi memicu konflik lebih besar, sang guru berupaya melerai dan menenangkan keadaan. Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Serahkan 3.450 Paket Sembako dan Daging Meugang dalam Baksos Polri Presisi

Siswi yang terlibat konflik tampak menunjukkan sikap emosional, berbicara dengan nada tinggi, bahkan melakukan tindakan fisik berupa menjambak rambut gurunya. Aksi tersebut sontak mengejutkan siswa lain yang berada di dalam kelas, sebagian terlihat panik, sementara yang lain hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak.

Peristiwa ini pun menuai perhatian serius dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai cerminan adanya penurunan nilai-nilai moral dan penghormatan terhadap guru. Padahal, dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Aceh yang dikenal menjunjung tinggi adab dan tata krama, guru memiliki posisi terhormat sebagai sosok yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Komit Selesaikan Masalah Tanah Warga Lhoknga dengan PT SBA

Sejumlah warganet juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk sikap anak sejak dini. Mereka menilai bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua di rumah. Tanpa adanya sinergi yang kuat antara kedua pihak, dikhawatirkan kasus serupa akan kembali terulang di masa mendatang.

Selain itu, kejadian ini juga membuka ruang diskusi terkait pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam dunia pendidikan. Guru dituntut tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga mampu memahami kondisi psikologis siswa. Di sisi lain, siswa juga perlu dibekali pendidikan etika, empati, serta pengendalian emosi agar mampu menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda kerahkan personel bantu korban banjir Aceh Utara

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait kronologi lengkap maupun langkah yang akan diambil. Namun publik berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara bijak, tanpa mengesampingkan aspek pembinaan terhadap siswa maupun perlindungan terhadap tenaga pendidik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membangun karakter. Ketika nilai-nilai dasar seperti saling menghormati mulai luntur, maka perlu ada evaluasi bersama dari seluruh elemen pendidikan.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Sambut 100 Personel BKO Brimob, Tegaskan Misi Kemanusiaan Pemulihan Pascabanjir

Daerah

Pemancing Berusia 21 Tahun Hilang Terseret Arus di Tebing Laut Alue Riyeung Aceh Besar

Daerah

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Misbahul buka Giat Peningkatan Kemampuan Polisi RW

Daerah

Gubernur Aceh Mualem Silaturahmi ke Dayah Istiqamatuddin Ulumul Quran di Aceh Barat

Daerah

Pj Bupati Taufik Salurkan Paket Bantuan Program Gemarikan

Daerah

Eks Pengurus KADIN Pidie Kritik Ketua, Desak Evaluasi Pengelolaan Dapur MBG

Berita

Syech Muharram: Semua Warga Aceh Besar Memiliki Hak dan Tanggung Jawab yang Sama

Daerah

Ketua DPRK Aceh Tengah Apresiasi Kapolres Lhokseumawe atas Bantuan Pascabencana