Home / Pemerintah Aceh

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:56 WIB

Kak Na: Buah Naga Sabang, _Meucrop_ Barang

REDAKSI

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir (Kak Na), didampingi Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Zulkifli, memanen buah naga langsung di kebun milik warga di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Minggu (10/6/2026).

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir (Kak Na), didampingi Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Zulkifli, memanen buah naga langsung di kebun milik warga di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Sabang, Minggu (10/6/2026).

Sabang – Sensasi makan buah naga tentu semua orang tahu. Rasa manis serta sebaran bijinya yang renyahserta kandungan airnya yang lumer saat di gigit tentu memberi kesan menyegarkan. Apalagi dinikmati saat lelah.

Kesan ini pula yang dirasakan oleh Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, saat menikmati buah naga pasca memanen langsung dari salah satu kebun warga, di Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Minggu (10/6/2026).

“Buah Naga Sabang, _meucrop_ barang,” itulah komentar singkat perempuan yang akrab disapa Kak Na itu usai menikmati gigitan pertama buah naga yang baru saja ia panen bersama Ketua TP PKK Kota Sabang Nuri Zulkifli.

_Meucrop_ adalah ungkapan prokem bahasa Aceh. Meski tidak ada arti sejati dari ungkapan ini, namun _meucrop_ biasanya diucapkan untuk menilai suatu makanan yang sangat nikmat, layaknya ungkapan ‘maknyus” nan melegenda dari Almarhum Bondan Winarno, wartawan sekaligus pengamat kuliner kenamaan Indonesia.

Baca Juga :  Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana

Pada kesempatan tersebut, Kak Na mengapresiasi kreatifitas Hendri sang empunya kebun. Bersama sang istri Lisa Umami (50), pria berusia 60 tahun ini memanfaatkan lahan subur di sisi rumahnya untuk ditanami buah naga.

“Luar biasa Pak Hendri, kreatifitas dan keuletannya bersama sang istri telah berhasil mengubah lahan tidur di sisi rumahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Ini tentu bagus dan harus diduplikasi, “ ujar Kak Na.

Karena itu, Kak Na mengimbau masyarakat Sabang dan masyarakat Aceh secara luas untuk mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Hendri dan sang istri.

“Masyarakat lain harus meniru, tidak harus buah naga, bisa juga menanam buah-buahan lain yang sesuai dengan jenis tanah Sabang dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi,” ucap istri Gubernur Aceh itu.

Baca Juga :  Mualem Salat Idul adha di Masjid Raya Baiturrahman Bersama Istri

“Untuk masyarakat Sabang dan para wisatawan yang berkunjung ke Sabang, mari datang ke kebun buah naga Pak Hendri. Datang, panen dan nikmati langsung dikebunnya. Buah naga nikmat dan murah meriah, hanya Rp25 ribu per kilogramnya. Jika kita beli di toko tentu akan jauh lebih mahal,” kata Kak Na berpromosi.

Sementara itu, Hendri sang pemilik kebun buah naga menjelaskan, saat ini produksinya belum bisa dipasarkan keluar Kota Sabang. Bahkan untuk memenuhi permintaan lokal saja dirinya masih kewalahan.

“Produksi kami belum bisa dikirim ke luar Bu, karena untuk memenuhi kebutuhan Sabang saja belum mencukupi. Sekali panen hanya mencapai 200-300 kilogram,” ungkap ayah dari lima orang anak itu.

Hendri mengungkapkan, minimnya produksi buah naga dikebunnya seluas lebih dari 5.000 meter persegi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pupuk dan lampu penerangan.

Baca Juga :  Komitmen Perkuat Otonomi Khusus, Plt Sekda Aceh Hadiri Diskusi Revisi UUPA di Jakarta

“Pupuk masih kurang. Selain itu, kami butuh lampu untuk setiap pohon buah naga. Ini penting untuk rekayasa cahaya, karena buah naga itu membutuhkan paparan cahaya matahari minimal 14 jam per hari. Sementara daerah kita hanya menerima paparan cahaya matahari hanya 12 jam,” ungkap Hendri.

“Karena itu, lampu di setiap pohon buah naga penting untuk menambah waktu atas kekurangan paparan cahaya matahari dan mendukung proses fotosintesis. Kecukupan cahaya dan proses fotosintesis yang sempurna akan menambah jumlah produksi buah naga,” sambung Hendri.

Saat ini, Hendri bersama sang istri menanam sebanyak 700 batang buah naga. 300 batang di antaranya telah berproduksi, sedangkan 400 batang lainnya sudah mulai berbunga. []

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Olahraga

M Nasir: Sekda Aceh Taekwondo Championship, Ajang Asah Kemampuan dan Mencari Bibit Atlit

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

Berita

Pj Gubernur Safrizal Instruksikan Pembenahan Showroom Dekranasda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Buka UKW dan Seminar Nasional AMSI Aceh, Tekankan Penguatan Ekosistem Media Pascabencana

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP Provinsi Aceh

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh perpanjang Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari 2026

Berita

Wakil Gubernur Aceh Fadullah Bahas Dana Otsus, BUMD, dan PPPK di RDP Dengan Komisi II DPR RI

Berita

Wagub Apresiasi Dukungan PWI dan BSI bagi Upaya Pengembangan UMKM Aceh