Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang berisiko terjadi di sejumlah kawasan pesisir dan daerah rendah di ibu kota Provinsi Aceh tersebut (15/5/2026).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD secara aktif melakukan pemantauan ketinggian air di sejumlah titik strategis. Berdasarkan laporan per 3 Mei 2026, monitoring dilakukan secara intensif di beberapa lokasi, termasuk kawasan Site Indrapuri yang menjadi salah satu titik pengamatan utama dalam mendeteksi potensi kenaikan debit air dan ancaman genangan.
Kegiatan pemantauan dilakukan oleh petugas BPBD bersama unsur terkait guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali serta mempercepat langkah penanganan apabila terjadi peningkatan air yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra mengatakan pemantauan rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir rob yang kerap terjadi akibat pasang air laut dan curah hujan tinggi.
“Pemantauan ketinggian air terus kami lakukan di sejumlah titik strategis, termasuk Site Indrapuri, untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengantisipasi potensi bahaya lebih dini. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi peningkatan debit air,” ujar Putra.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Banda Aceh yang berada di kawasan pesisir membuat sejumlah wilayah memiliki kerentanan terhadap banjir rob, terutama saat terjadi pasang maksimum air laut yang disertai hujan dengan intensitas tinggi.
Karena itu, BPBD terus memperkuat sistem pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah gampong, relawan kebencanaan, dan instansi terkait agar informasi di lapangan dapat diterima secara cepat dan akurat.
Selain melakukan monitoring, BPBD juga mengimbau masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir agar tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca maupun peringatan dini yang dikeluarkan pemerintah.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rendah. Segera laporkan apabila terjadi peningkatan air yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar,” katanya.
BPBD Kota Banda Aceh juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan saat terjadi hujan dan pasang air laut.
Sejauh ini, kondisi di sejumlah titik pemantauan dilaporkan masih dalam status aman dan terkendali. Namun demikian, BPBD memastikan personel tetap disiagakan guna menghadapi kemungkinan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Melalui langkah monitoring yang dilakukan secara berkala, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap risiko dampak banjir rob dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat tetap terjaga dengan baik. (ADV)
Editor: Redaksi









