Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta BPBD Kota Banda Aceh melakukan penanaman sebanyak 1.567 pohon di sejumlah titik di Kota Banda Aceh sebagai upaya memperkuat vegetasi dan menjaga keseimbangan lingkungan (26/4/2026).
Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi bencana berbasis lingkungan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan perkotaan.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan menjaga lingkungan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan bersama demi keberlangsungan hidup masyarakat dan generasi mendatang.
“Hari ini menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Alhamdulillah bersama BNPB pusat, BPBA, serta BPBD Kota Banda Aceh kita menanam 1.567 pohon sebagai ikhtiar memperkuat vegetasi di Banda Aceh,” ujar Illiza.
Menurutnya, program penanaman pohon tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penghijauan semata, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun benteng alami kota untuk menghadapi berbagai potensi bencana lingkungan.
“Ini bukan sekadar penghijauan, tetapi benteng alami kota dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi risiko bencana, dan menjadi warisan penting bagi generasi selanjutnya,” katanya.
Illiza menambahkan, keberadaan ruang hijau dan vegetasi yang memadai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi dampak panas di kawasan perkotaan. Selain itu, penghijauan juga dinilai mampu mendukung ketahanan kota terhadap ancaman banjir, abrasi, dan perubahan cuaca ekstrem.
Kegiatan penanaman pohon tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, relawan kebencanaan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Antusiasme peserta terlihat saat proses penanaman berlangsung di sejumlah kawasan yang menjadi prioritas penghijauan.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra mengatakan penghijauan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem.
Menurutnya, keberadaan pohon dan vegetasi yang baik dapat membantu memperkuat struktur lingkungan sekaligus mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam.
“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya mitigasi jangka panjang. Vegetasi memiliki fungsi penting dalam menjaga kestabilan lingkungan, meningkatkan resapan air, serta membantu mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan,” ujar Cut Ahmad Putra.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga pada komitmen bersama dalam merawat lingkungan.
“Kami berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi menjaga pohon-pohon ini. Lingkungan yang hijau dan sehat akan memberikan dampak besar terhadap keselamatan dan kualitas hidup masyarakat di masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat. Penghijauan juga diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun kota yang tangguh terhadap bencana sekaligus lebih nyaman dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. (ADV)
Editor: Redaksi









