Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah ibu kota Provinsi Aceh tersebut (15/5/2026).
Secara geografis, Kota Banda Aceh memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di kawasan pesisir dan dekat dengan jalur patahan aktif. Kondisi tersebut menjadikan Banda Aceh sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik gempa bumi, tsunami, banjir, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Berdasarkan data hingga April 2026, Banda Aceh masih menjadi salah satu wilayah prioritas dalam program mitigasi dan pengurangan risiko bencana oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Upaya penguatan kesiapsiagaan terus dilakukan melalui edukasi masyarakat, simulasi kebencanaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi berbasis mitigasi.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra mengatakan kondisi geografis Banda Aceh menuntut adanya kesiapsiagaan yang berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kesadaran terhadap potensi bencana harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rawan.
“Kota Banda Aceh memiliki karakteristik geografis yang unik, namun secara alami juga menyimpan berbagai potensi bahaya karena berada di jalur patahan aktif dan kawasan pesisir pantai. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujar Putra.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui BPBD terus melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari sosialisasi, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penyebaran informasi kebencanaan secara berkala melalui kanal resmi BPBD Kota Banda Aceh.
Selain itu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan aplikasi pemantau risiko bencana seperti InaRISK untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Aplikasi seperti InaRISK sangat membantu masyarakat dalam memahami potensi ancaman di sekitar mereka. Informasi yang cepat dan akurat akan membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi lebih dini,” katanya.
Putra juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah, baik melalui media sosial BPBD Kota Banda Aceh maupun kanal komunikasi lainnya guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar saat terjadi situasi darurat.
Menurutnya, penyebaran informasi yang valid dan terukur menjadi bagian penting dalam penanganan kebencanaan agar masyarakat tidak mudah panik dan tetap mampu mengambil tindakan yang tepat.
BPBD Kota Banda Aceh juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah gampong, relawan kebencanaan, dan lembaga terkait dalam membangun sistem mitigasi yang lebih efektif dan responsif.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana semakin meningkat sehingga Banda Aceh dapat menjadi kota yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (ADV)
Editor: Redaksi









