Banda Aceh — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) memberikan jaminan bahwa kondisi persediaan atau stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Nagan Raya saat ini berada dalam kondisi aman dan terjaga dengan baik.
Di samping itu, proses penyaluran serta distribusi komoditas energi tersebut kepada masyarakat melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah setempat dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan bahwa memang sempat terjadi lonjakan atau peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap BBM di beberapa titik SPBU di wilayah Nagan Raya. Peningkatan permintaan yang cukup signifikan ini khususnya terjadi pada produk bahan bakar jenis Biosolar.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lonjakan konsumsi tersebut mulai terlihat setelah terjadinya gangguan pada sistem kelistrikan wilayah atau peristiwa black out.
“Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi, sehingga sebagian konsumen melakukan peralihan penggunaan dari Dex Series ke Biosolar yang mendorong peningkatan konsumsi pada waktu tertentu,” jelas Fahrougi dalam keterangan resminya pada Senin, 25 Mei 2026.
Strategi Pertamina: Tambah Hari Operasional Fuel Terminal
Guna menyikapi dinamika peningkatan konsumsi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, Pertamina langsung mengambil langkah taktis. Perusahaan melakukan penguatan pada lini operasional penyaluran dengan menambah hari operasional di Fuel Terminal (FT) Meulaboh, yang merupakan titik suplai (pemasokan) utama untuk wilayah Nagan Raya.
Langkah strategis penambahan hari kerja operasional terminal bahan bakar ini sengaja diambil oleh pihak manajemen sebagai bentuk upaya nyata dalam mendukung kelancaran distribusi logistik energi secara optimal setelah terjadinya lonjakan permintaan dari konsumen.
Melalui intervensi dan langkah cepat tersebut, situasi di lapangan kini dilaporkan telah kembali kondusif. Penyaluran komoditas energi terpantau bergerak stabil untuk memenuhi hak konsumen di wilayah tersebut.
“Saat ini, kondisi penyaluran BBM di wilayah Nagan Raya terpantau berjalan dengan baik dengan dukungan stok yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Fahrougi.
Sebagai komitmen jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional di tingkat daerah, Pertamina menegaskan akan terus melakukan pemantauan (monitoring) secara ketat terhadap seluruh aktivitas operasional di lapangan. Langkah ini dibarengi dengan optimalisasi pola distribusi dan penguatan pasokan yang disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan riil di lapangan demi menjaga keandalan layanan.
Di akhir keterangannya, pihak Pertamina turut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan di Nagan Raya. Warga diharapkan dapat melakukan pembelian bahan bakar secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan yang wajar.
Selain itu, konsumen juga sangat disarankan untuk selalu menggunakan produk BBM yang spesifikasinya sesuai dengan rekomendasi mesin kendaraan serta peruntukannya yang sah. Kesadaran bersama dari masyarakat ini dinilai sangat krusial dalam mendukung kelancaran distribusi sekaligus menjaga keberlanjutan serta ketersediaan energi bagi seluruh elemen masyarakat yang berhak.
Editor: Redaksi









