Banda Aceh — (Ar-Raniry), Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry menerima bantuan Mushaf Al-Qur’an Braille dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Asuhan Anak dan Disabilitas (PSAAD) Beujroh Meukarya Dinas Sosial Aceh pada Jum’at, 5/6/2026 di Ruang Laboratorium (Lab.) Prodi Kesos FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Dekan FDK UIN Ar-Raniry Prof.Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd melalui Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mahmuddin, M.Si mengatakan bantuan Al-Qur’an Braille sangat mendukung sarana pembelajaran yang inklusif, khususnya bagi mahasiswa penyandang disabilitas sensorik netra, juga menjadi referensi akademik dalam kajian aksesibilitas pelayanan sosial dan kolaborasi inklusif.
Dr. Mahmuddin, menambahkan kami sangat mengapresiasi atas kepedulian yang diberikan oleh UPTD Beujroh Meukarya, bantuan Al-Qur’an Braille ini bukan sekadar media ibadah, tetapi juga simbol dari pemenuhan hak-hak pendidikan bagi penyandang disabilitas dan penunjang laboratorium prodi, pungkasnya.
Ketua Prodi Kesos T. Zulyadi, Ph.D, menyampaikan rasa syukur dan menekankan pentingnya fasilitas ini bagi kurikulum dan praktik keilmuan Kesos sebagai prodi yang mempelajari pilar-pilar inklusi sosial, kami berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu disabilitas. Wakaf Al-Qur’an Braille dapat mempermudah aksesibilitas di sektor akademis, sehingga mahasiswa disabilitas netra kini memiliki fasilitas yang lebih baik untuk memperdalam Al-Qur’an, ini sejalan dengan visi kami melahirkan lulusan yang peka terhadap keadilan sosial, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM yang diwakili oleh Kepala UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya Farid Wajdi, Aks,M.Si menyatakan bahwa penyerahan ini merupakan bagian dari misi panti untuk memperluas kemaslahatan fasilitas yang mereka kelola. Kami berharap Al-Qur’an Braille ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh civitas akademika, baik untuk kegiatan ibadah mahasiswa disabilitas netra maupun sebagai bahan edukasi bagi mahasiswa Kesos yang nantinya akan berkiprah sebagai praktisi pelayan sosial bagi masyarakat.
Farid Wajdi menambahkan bantuan ini agar dapat bermanfaat antara lain : Meningkatkan ketersediaan literasi keagamaan yang aksesibel di lingkungan kampus, Penguatan kompetensi mahasiswa sebagai media belajar langsung dalam memahami alat bantu (assistive technology) bagi penyandang disabilitas. dan Sinergi kelembagaan, untuk mempererat hubungan kemitraan antara dunia akademik (kampus) dan praktisi lapangan (Dinas Sosial/Panti Sosial) dalam isu-isu inklusi sosial, ” ungkapnya.
Prosesi penyerahan secara simbolik ini dihadiri oleh pimpinan FDK, Prodi Kesos serta perwakilan dari pihak UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya kemudian diakhiri dengan foto bersama dan diskusi penjajakan kerja sama lebih lanjut terkait program magang (praktikum) mahasiswa serta kolaborasi riset mengenai penanganan penyandang disabilitas di Aceh. [ ]
Editor: Redaksi









