Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I, M.Pd.I, menghadiri prosesi pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh Masa Khidmat 2026–2031. Perhelatan akbar kaum nahdliyin Serambi Mekkah ini berlangsung khidmat di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026).
Kehadiran Muhsin yang mewakili Pemerintah Aceh menegaskan komitmen kuat dalam mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan organisasi kemasyarakatan Islam. Terutama dalam mengawal pelaksanaan syariat Islam serta pengembangan pendidikan dayah (pesantren) di bumi serambi mekkah.
Dalam kesempatan tersebut, Muhsin menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan PWNU Aceh yang baru di bawah kepemimpinan ulama-ulama kharismatik Aceh. Menurutnya, NU memiliki rekam jejak panjang yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa dan penguatan pemahaman keagamaan yang moderat (wasathiyah).
“Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pendidikan Dayah, memandang PWNU Aceh sebagai mitra strategis yang sangat vital. Kita berharap kepengurusan periode 2026–2031 ini dapat melahirkan program-program inovatif yang sejalan dengan penguatan kelembagaan dayah dan peningkatan mutu santri di Aceh,” ujar Muhsin di sela-sela acara.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan Islam ke depan semakin kompleks, terutama di era transformasi digital. Sinergi antara pemerintah (umara) dan organisasi keagamaan (ulama) menjadi kunci utama agar nilai-nilai luhur kepesantrenan tetap kokoh sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelantikan Khidmat dan Agenda Muskerwil
Acara pelantikan yang dilanjutkan dengan Muskerwil ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pusat, para ulama pimpinan dayah lintas kabupaten/kota, unsur Forkopimda Aceh, tokoh masyarakat, serta keterwakilan badan otonom (Banom) NU se-Aceh.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat saat para pengurus baru mengucapkan ikrar khidmat untuk memajukan organisasi dan membentengi umat. Usai pelantikan, PWNU Aceh langsung tancap gas menggelar Muskerwil guna merumuskan arah kebijakan strategis organisasi selama lima tahun ke depan. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
- Penegasan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang ramah, sejuk, dan merangkul.
- Pengembangan kemandirian ekonomi berbasis komunitas dan lembaga pendidikan Islam.
- Optimalisasi peran kader NU di sektor pendidikan formal maupun non-formal (dayah tradisional dan modern).
Pemerintah Aceh berharap hasil-hasil rekomendasi dari Muskerwil PWNU Aceh ini nantinya dapat disinkronisasikan dengan program kerja pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan implementasi syariat Islam secara kaffah dan peningkatan kesejahteraan guru pengajar (teungku) serta santri di seluruh pelosok Aceh. [Adv]
Editor: Redaksi









