Home / Pemerintah Aceh

Senin, 27 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

REDAKSI

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi alokasi anggaran Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian untuk pemulihan lahan pertanian dan perkebunan di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi alokasi anggaran Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian untuk pemulihan lahan pertanian dan perkebunan di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengapresiasi Kementerian Pertanian atas alokasi anggaran Rp 2,5 triliun untuk pemulihan lahan sawah dan kebun yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Saya berterimakasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (27 Juli 2026).

Gubernur Mualem, menurut Nurlis, sudah menerima laporan pemanfaatan anggaran dan perkembangan pemulihan lahan sawah dan kebun terdampak bencana dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, pada Kamis (23 Juli 2026).

Baca Juga :  Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda

Kepada Mualem, Azanuddin melaporkan bahwa peruntukan anggaran tersebut berawal dari usulan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Anggaran tersebut digunakan untuk pemulihan lahan, alat pertanian, benih padi, dan benih jagung.

Kepada Gubernur Mualem, Azanuddin juga melaporkan bencana hidrometeorologi merusak lahan sawah sekitar 57.485 hektare. Saat ini sedang berjalan optimasi lahan 40.852 hekare.

Sedangkan lahan perkebunan yang terdampak seluas 60.438 hektare, upaya pemulihan yang sedang seluas 40.418 hektare.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Lantik 5.486 PPPK Paruh Waktu Tahap I di Stadion Lhong Raya

Mendapat laporan tersebut, Gubernur Mualem, berharap kesulitan petani dan pekebun di Aceh cepat pulih kondisinya. “Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan bangunkomunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua,” pesan Mualem.

Mualem, kata Nurlis, menekankan pentingnya mengejar pemulihan lahan pertanian dan perkebunan. “Sebab, Penduduk Aceh sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun.”

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, sekitar 38% hingga 41% dari total penduduk yang bekerja di Aceh menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sektor ini menyumbang lebih 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Baca Juga :  Kak Na jadi Apoteker Dadakan di Meunasah Matang Linya

Pada acara Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25 Juli 2026), juga menyampaikan perhatiannya kepada sektor pertanian dan perkebunan.

“Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh,” kata Mualem dalam sambutannya yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Azanuddin Kurnia.

“Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.”[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Rektor USK Apresiasi Langkah Wagub Aceh Lanjutkan Studi Magister Manajemen

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Buka Peluncuran Versi Bahasa Inggris Buku Peularaa Damee

Pemerintah Aceh

Pemerintah Pusat Setujui Bantuan Sapi Meugang untuk 1.455 Desa Terdampak Bencana di Aceh

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Terima Serambi Award 2026 atas Penanganan Bencana

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Teken Kerja Sama OP4D dengan DJP dan DJPK 

Olahraga

M Nasir: Sekda Aceh Taekwondo Championship, Ajang Asah Kemampuan dan Mencari Bibit Atlit

Pemerintah Aceh

Kak Na Jamu Bang Ucok di Meuligoe Gubernur Aceh

Pemerintah Aceh

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗔𝘂𝗱𝗶𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗕𝗣𝗦, 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘀𝗮𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝘀𝘂𝘀 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲