Home / Pendidikan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Mahasiswa USK Kembangkan Membran Penyaring Air dari Kulit Manggis, Efektif Serap Logam Timbal

REDAKSI

Tim mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berhasil mengembangkan inovasi membran penyaring air berbasis bahan alam.

Tim mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berhasil mengembangkan inovasi membran penyaring air berbasis bahan alam.

Banda Aceh – Tim mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berhasil mengembangkan inovasi membran penyaring air berbasis bahan alam. Membran ini memanfaatkan senyawa xanthone dari limbah kulit manggis sebagai agen antibakteri untuk mendukung teknologi pengolahan air yang lebih ramah lingkungan.

“Inovasi ini menjadi salah satu upaya memanfaatkan limbah pertanian menjadi material bernilai guna untuk mendukung teknologi pengolahan air,” kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 Jurusan Teknik Kimia USK Banda Aceh, Adisti Juliani, di Banda Aceh, Kamis.

Baca Juga :  Disdik Aceh Tegaskan Tidak Ada Biaya Pendaftaran Ulang SPMB 2025

Penelitian bertajuk “Inovasi Membran Antifouling dan Antibakteri Polietersulfon Termodifikasi Polietilenglikol-Graphene Oxide Berbasis Xanthone Kulit Manggis untuk Penyisihan Logam Timbal pada Air” ini dijalankan oleh Adisti Juliani bersama dua anggotanya, Adzkia Syahra dan Jihan Sakinah Alwi.

Adisti menerangkan bahwa selain xanthone yang berfungsi menangkal bakteri, membran ini juga dimodifikasi dengan dua bahan pendukung lainnya:

Polietilenglikol (PEG): Digunakan untuk meningkatkan sifat hidrofilitas membran.
Graphene Oxide (GO): Digunakan untuk memperkuat kemampuan membran dalam menyisihkan kontaminasi logam berat.

Baca Juga :  Duek Pakat IV Jadi Momentum Penguatan Mutu Pendidikan Aceh

Penggabungan material tersebut menghasilkan membran yang tahan terhadap penyumbatan (antifouling) sekaligus efektif menyaring logam timbal (Pb) dari air. Logam timbal sendiri merupakan salah satu zat pencemar yang umum ditemukan di perairan dan berisiko tinggi bagi kesehatan serta ekosistem.

“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi penyaringan air yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan dapat membantu mengurangi pencemaran air akibat logam berat,” ujar Adisti.

Baca Juga :  Siswa Aceh Torehkan Prestasi di OSN Nasional 2025

Selain fokus pada pengujian laboratorium, tim mahasiswa ini juga membagikan perkembangan riset serta konten edukasi seputar teknologi membran melalui akun Instagram `@pkmre.pegostin`. Hal ini dilakukan guna mendorong pemanfaatan bahan alam lokal sebagai solusi inovatif atas permasalahan lingkungan.

“Dengan semangat riset dan kolaborasi, kita berharap inovasi ini bisa menjadi langkah kecil menuju solusi besar bagi masalah lingkungan khususnya di Aceh,” tutup Adisti.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

ATENSI 2025 Ditutup, Aceh Kirim Duta Seni Terbaik ke Tingkat Nasional

Pendidikan

Pemerintah Aceh Apresiasi Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Pendidikan

Siswa SMK Unjuk Jiwa Wirausaha di Car Free Day Banda Aceh

Pendidikan

Rektor UIN Ar-Raniry: Indonesia Emas 2045 Perlu Ditopang Agama, Moral, dan Teknologi

Pendidikan

Disdik Aceh dan BPMA Bahas Persiapan SDM untuk Sektor Migas Melalui FGD Kompetensi dan Sertifikasi

Pendidikan

Cegah Distraksi di Kelas, Disdik Aceh Terapkan Aturan Simpan HP untuk Siswa dan Guru

Pemerintah

1003 P3K Disdik Aceh Terima SK: Harapan Baru untuk Pendidikan Aceh

Pendidikan

Disdik Aceh Gelar Tryout TKA, Tingkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian dan Tantangan Global