Home / Ekonomi

Minggu, 20 September 2026 - 18:00 WIB

Pariwisata Sumbang 36,18% PAD, Banda Aceh Bidik Wisata Berkualitas dengan Tsunami & Heritage Trail

REDAKSI

Pemko Banda Aceh ikuti rapat dengan Tim Kemenpar RI tentang Tren & Pengembangan Kepariwisataan Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota Sabtu 19/09/2026.

Pemko Banda Aceh ikuti rapat dengan Tim Kemenpar RI tentang Tren & Pengembangan Kepariwisataan Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota Sabtu 19/09/2026.

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti rapat dengan Tim Kementerian Pariwisata RI tentang Tren dan Pengembangan Kepariwisataan di Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/09/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal yang diikuti oleh Sekda Kota Banda Aceh, para asisten dan para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam rapat ini, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi memaparkan beberapa outline yang dibahas yaitu tentang kepariwisataan nasional, kepariwisataan Aceh dan Banda Aceh, dan strategi pembangunan kepariwisataan di Banda Aceh.

Baca Juga :  PLN Tebar Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama April 2026, Dukung Masyarakat WFH

Reza mengatakan, Banda Aceh memiliki potensi pariwisata yang kuat, terutama pada wisata sejarah, tsunami, religi, budaya, dan kuliner, dengan Tsunami Trail dan Heritage Trail sebagai produk yang memiliki diferensiasi kuat.

Kata Reza, pariwisata di Banda Aceh telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, tercermin dari kontribusi PAD terkait pariwisata sebesar 36,18%.

“Namun potensi tersebut masih dapat dioptimalkan melalui peningkatan kualitas produk, lama tinggal, pengeluaran wisatawan, dan keterlibatan ekonomi masyarakat.”

“Daya saing Banda Aceh juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama aksesibilitas, kualitas amenitas, prioritas pembangunan kepariwisataan, dan penguatan industri serta SDM,” tambah Reza.

Baca Juga :  16 Juta Anggota Muhammadiyah Kini Bisa Bayar Iuran Lewat BYOND by BSI

Oleh karena itu, Reza menambahkan arah pengembangan perlu bergeser dari sekadar meningkatkan kunjungan menuju pariwisata berkualitas, dengan mengintegrasikan destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan dalam satu ekosistem pariwisata.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan pembangunan pariwisata Banda Aceh membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Infrastruktur, pelaku usaha, masyarakat, komunitas sejarah, hingga pemerintah harus bergerak dalam satu arah agar potensi wisata kota dapat berkembang secara berkelanjutan.

Illiza menilai Banda Aceh memiliki modal besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Namun, potensi tersebut perlu dikemas melalui storytelling agar wisatawan tidak hanya datang dan melihat suatu objek, tetapi juga memahami nilai sejarah di baliknya.

Baca Juga :  Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,5 Juta per Mayam, Warga Mulai Tahan Beli

Menurut Illiza, pengembangan wisata juga harus terhubung dengan daerah sekitar seperti Aceh Besar dan Sabang. Wisatawan yang berkunjung ke Sabang, misalnya, diharapkan juga menginap, makan, menggunakan transportasi, serta berbelanja di Banda Aceh.

Oleh karena itu, Pemko Banda Aceh juga menyiapkan sejumlah kawasan bersejarah untuk direvitalisasi. Penataan tersebut diarahkan agar kawasan kota tua memiliki identitas yang lebih kuat dan terhubung dengan berbagai destinasi lainnya.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global

Ekonomi

GenBI Aceh Dipersiapkan Menjadi Digital Communication Amplifier Bank Indonesia

Ekonomi

Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

Ekonomi

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada Perdagangan Pagi Ini

Ekonomi

Mangrove Lampulo Jadi Sumber Inspirasi Ekonomi Kreatif Lewat Ecoprint

Ekonomi

Pemkab Aceh Besar Raih Serambi Ekraf Awards 2025 Kategori Gampong Kreatif Digital

Ekonomi

Harga Cabai Merah Melambung, BI Ungkap Penyebab Inflasi Aceh September 2026

Aceh

Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025