BANDA ACEH — Komunitas Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) serta Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perspektif agama. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Tgk Daud Beureueh, Kota Banda Aceh, Minggu.
Koordinator Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak, Nashihul Umam, menjelaskan bahwa agenda yang melibatkan perwakilan komunitas, organisasi kemasyarakatan, aliansi masyarakat, komunitas dakwah, hingga kalangan mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap hal yang dianggap sebagai ancaman moral di masa depan.
“Tujuan kita lebih kepada sosialisasi dan edukasi masyarakat, meningkatkan kesadaran tentang persoalan yang kita anggap menjadi bahaya moral ke depan,” ujar Nashihul di Banda Aceh.
Ia menilai isu LGBT dan HAM perlu dibahas secara terbuka mengingat adanya perbedaan pandangan terkait kebebasan individu, orientasi seksual, serta nilai agama dan moral yang berlaku di Aceh. Menurutnya, masyarakat Aceh berhak mempertahankan nilai dan keyakinan yang dianut sembari memperkuat perlindungan terhadap anak dan keluarga.
“Untuk masyarakat semuanya peduli. Jangan asal tidak peduli dengan anak-anak mereka karena khawatir nanti menjadi korban,” kata Nashihul menegaskan pentingnya perhatian para orang tua.
Dalam kegiatan tersebut, pihak penyelenggara juga membuka ruang dialog bagi pihak yang memiliki pandangan berbeda atau pro terhadap isu tersebut untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.
Nashihul berharap edukasi ini mampu mendorong kepedulian masyarakat terhadap perlindungan keluarga. Selain itu, seluruh poin hasil dari diskusi ini nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi khusus untuk disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Aceh.
Editor: Redaksi









