Home / Agama / Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Menteri Agama Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

REDAKSI

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam modern.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam modern.

Banda Aceh – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh perlu memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peradaban Islam modern.

“UIN memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan perguruan tinggi umum. Selain menjalankan fungsi akademik, UIN juga memiliki peran sebagai institusi dakwah,” ujar Nasaruddin saat memberikan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa.

Nasaruddin menjelaskan bahwa Aceh mempunyai modal historis dan geografis yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peradaban Islam di masa depan. Ia menilai pusat pengembangan ilmu dan peradaban Islam tidak harus selalu berpatokan pada Timur Tengah, sebab Indonesia—khususnya Aceh—berada pada posisi strategis untuk mengambil peran tersebut.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Imbau Donasi Buku dan Bantuan Untuk Korban Banjir

“Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat yang paling strategis adalah di Aceh,” tuturnya.

Ia menambahkan, letak geografis Aceh di kawasan Asia Tenggara yang berdekatan dengan Malaysia dan Brunei Darussalam menjadi nilai tambah yang strategis.

Baca Juga :  Halal Bi Halal Iduladha 1446 H, Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanamkan Nilai Pengorbanan dan Integritas

Selain itu, Menag menekankan bahwa lulusan UIN tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mengemban tanggung jawab keagamaan serta sosial di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, sivitas akademika UIN Ar-Raniry diminta untuk terus berinovasi, tidak tertinggal dalam metodologi akademik, dan berani melahirkan temuan maupun pendekatan baru.

“UIN tidak boleh ketinggalan zaman dalam metodologi. Beranilah membuat temuan-temuan baru,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin turut mengingatkan agar Al-Qur’an tidak hanya dijadikan sebagai sumber keagamaan, melainkan juga sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pesatnya perkembangan sains dan teknologi saat ini dinilai membuka ruang luas untuk mengkaji kandungan Al-Qur’an secara akademis dan ilmiah.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Serukan Penggalangan Donasi untuk Guru, Tendik dan Siswa Terdampak Banjir Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan apresiasinya atas perkembangan UIN Ar-Raniry sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mendapat perhatian besar dari Kementerian Agama.

Merespons hal tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman menyampaikan terima kasih atas amanah memimpin UIN Ar-Raniry periode 2026–2030, serta menegaskan kesiapan jajarannya untuk menyelaraskan tata kelola kampus dengan program-program pemerintah.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025

Pendidikan

Mentor MKPK II Universitas Syiah Kuala Gelar Seminar Editing Video, Dorong Kreativitas Dakwah Digital

Pemkab Aceh Besar

Tingkatkan Kompetensi Guru, Aceh Besar Gelar Diklat Deep Learning Bahasa Asing

Pemerintah

Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga

Pemerintah

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli

Pendidikan

Sekolah Nasional Terintegrasi Kota Subulussalam Resmi Beroperasi, Jadi Satu-satunya Percontohan di Sumatera

Pendidikan

Disdik Aceh Percepat Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana

Agama

Wagub Fadhlullah Hadiri Maulid Nabi di Balee Jeumala, Bahas Isu Sosial Bersama Ulama