BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh tengah menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) terpusat selama empat bulan sebagai persiapan intensif menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri ke-2 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Oktober 2026.
Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husin, didampingi Ketua Pelatda sekaligus Wakil Ketua II KONI Aceh, Bachtiar Hasan, menyampaikan optimisme terkait peningkatan raihan medali kontingen Aceh dibanding pelaksanaan PON Beladiri ke-1 di Kudus, Jawa Tengah.
“Kita punya target untuk memperbaiki perolehan medali di PON Beladiri Manado, atau lebih baik dari PON Beladiri ke-1 di Kudus tahun lalu,” ujar Kennedi pada Selasa (18/8/2026).
Pada edisi sebelumnya di Kudus, Aceh memboyong 1 medali emas, 3 perak, dan 9 perunggu dari 10 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Sementara pada PON Beladiri Manado mendatang, cabor yang diperhitungkan berkurang menjadi 7 cabor, yaitu Anggar, Hapkido, Kurash, Kick Boxing, Tinju, Muaythai, dan Mix Martial Art (MMA). Meski jumlah cabor lebih sedikit, pihak KONI Aceh tetap optimistis dapat melampaui raihan prestasi sebelumnya.
KONI Aceh menargetkan perolehan medali emas pada setiap cabor yang diikuti, dengan prioritas utama pada cabor unggulan seperti anggar dan muaythai. Hal ini didasari pada rekam jejak PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, di mana Aceh meraih 4 medali emas pada cabor anggar dan 3 medali emas pada cabor muaythai. Syarwan, pelatih muaythai yang saat ini melatih MMA, juga membenarkan potensi prioritas tersebut.
“Berdasarkan perolehan itu, serta latihan keras yang kini dijalani para atlet melalui pemusatan latihan (TC Sentral), kita optimis peningkatan perolehan medali emas itu akan terwujud, bahkan meningkat 100 persen dari perolehan medali di Kudus,” jelas Bachtiar Hasan.
Pelatda terpusat ini telah dimulai sejak 19 Juni 2026 dan berlangsung hingga 19 Oktober 2026. Sebanyak 58 personil yang terdiri dari 43 atlet dan 15 pelatih diinapkan di sebuah penginapan di Kota Banda Aceh selama masa latihan.
Selama Pelatda, para atlet difasilitasi rangkaian tes fisik untuk menguji daya tahan (endurance) serta kompetensi (skill). Pekan lalu, tes fisik telah dilaksanakan guna mengukur kemampuan teknis dan pemahaman materi latihan. Selain itu, para atlet dijadwalkan menjalani uji coba berupa tur antardaerah maupun turnamen lokal untuk meningkatkan pengalaman bertanding (flight hours).
Kennedi Husin menambahkan, keterlibatan pada ajang ini juga diproyeksikan sebagai ajang pematangan kemampuan atlet sebelum menghadapi Pra-PON, Porwil, dan sasaran utama pada PON 2028 di NTB/NTT.
Editor: Dahlan











