Home / Sosial

Selasa, 1 September 2026 - 11:05 WIB

Komunitas Beyblade X Aceh Jadi Wadah Interaksi dan Alternatif Kegiatan Tanpa Gadget

REDAKSI

Komunitas Beyblade X Aceh (BBXA) hadir sebagai wadah berkumpul para penggemar gasing modern di Aceh.

Komunitas Beyblade X Aceh (BBXA) hadir sebagai wadah berkumpul para penggemar gasing modern di Aceh.

BANDA ACEH — Gemerincing benturan gasing terdengar meriah di Gramedia Hall Banda Aceh. Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak fokus mengamati arena. Kegiatan ini bukan sekadar memainkan gasing tradisional, melainkan permainan gasing modern yang dikenal sebagai Beyblade X, yang kini kian populer dan memiliki komunitas penggemar tersendiri di Aceh.

Wadah berkumpulnya para penghobi lintas usia ini dinaungi oleh Komunitas Beyblade X Aceh (BBXA). Resmi dibentuk pada 13 Juni 2025, komunitas ini telah merangkul sekitar 30 anggota yang tersebar dari beberapa wilayah di Aceh.

Bagi para anggotanya, Beyblade X tidak sekadar sarana hiburan, tetapi juga menjadi opsi bermanfaat bagi keluarga untuk menikmati waktu berkualitas bersama tanpa ketergantungan pada gawai (gadget).

Ketua BBXA, Athur Sugihen, menjelaskan bahwa pembentukan komunitas ini bertujuan memberikan ruang bagi penggemar untuk bermain, bertanding, sekaligus mempererat hubungan sosial.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak Gelar Edukasi Isu LGBT dan HAM di Banda Aceh

“Kami komunitas pecinta Beyblade yang ada di Aceh, satu-satunya yang ada di Aceh. Kami menyediakan wadah bagi para hobbies dan anak-anak yang orang tuanya mau mengisi waktu tanpa gadget, dan mau menghabiskan waktu lebih banyak dengan anaknya,” tutur Athur, Senin (31/8/2026).

Athur menambahkan, hadirnya komunitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas interaksi antara orang tua dan anak melalui kegiatan positif. Ia juga berharap ketersediaan ruang publik bagi komunitas hobi semakin meluas agar aktivitas semacam Beyblade X terus tumbuh serta memperluas jalinan sosial masyarakat.

Cikal bakal BBXA bermula dari pertemuan dua orang penggemar yang ingin bernostalgia dengan permainan Beyblade. Pertemuan sederhana itu berkembang pesat hingga mampu menarik minat para pencinta Beyblade dari berbagai belakangan wilayah Aceh.

Antusiasme terhadap Beyblade X kian terlihat dari tren peningkatan jumlah peserta dalam setiap ajang kompetisi. Pada turnamen Piala Gajah Season 4 Volume 1 yang dilangsungkan di Gramedia Hall Banda Aceh, Sabtu lalu, tercatat sebanyak 23 peserta berpartisipasi. Angka tersebut menjadi rekor peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan turnamen tersebut.

Baca Juga :  BRIN dan Tim Gabungan Kembangkan Model Konservasi Portabel Penyelamat 520 Manuskrip Terdampak Banjir Aceh

Head Judge BBXA, Bimo Ario, menyampaikan bahwa sistem perlombaan dimulai dengan membagi seluruh peserta ke dalam beberapa grup.

“Para peserta dibagi ke dalam sejumlah grup sebelum disaring menjadi delapan blader untuk melanjutkan ke babak top cut atau perdelapan final,” jelas Bimo.

Bimo menerangkan bahwa Piala Gajah merupakan turnamen berkala yang diselenggarakan BBXA selama periode tiga bulan untuk setiap musimnya. Turnamen ini terbagi menjadi tiga volume, di mana setiap volume dilaksanakan pada hari Sabtu di akhir bulan.

Dukungan juga datang dari pihak tempat penyelenggaraan. PIC Gramedia Banda Aceh, Alfi, menyatakan pihaknya sangat terbuka bagi komunitas yang ingin memanfaatkan fasilitas mereka sebagai sarana beraktivitas.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Aceh Gelar Bakti Religi di Kuburan Massal Ulee Lheue

“Gramedia open for public juga sebagai Community Hub, kami juga sangat menyambut hangat buat teman-teman komunitas Beyblade,” ungkap Alfi.

Alfi menilai Beyblade X memiliki keunikan tersendiri karena fleksibel dan menyenangkan untuk dimainkan oleh semua rentang usia. Ia bahkan menyempatkan diri mencoba permainan gasing modern tersebut bersama para anggota komunitas, yang diakuinya membawa nostalgia masa kecil.

“Sempat nyobain juga ya, belajar-belajar juga. Karena teringat juga dengan memori pas saya masih kecil. Tadi sempat lihat mulai dari anak-anak, ada yang dewasa juga,” pungkasnya.

Di era tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layar digital, hadirnya komunitas seperti BBXA memberikan ruang sederhana namun bermakna untuk kembali bersosialisasi secara tatap muka—cukup dengan arena kecil, beberapa buah gasing, dan momen kebersamaan.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Sosial

Kodam Iskandar Muda Kerahkan Pasukan Bantu Warga Terdampak Banjir

Sosial

Satgas Yonif 112/DJ Gelar Baksos Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Puncak Jaya

Pemerintah

BPBD Aceh Tamiang Percepat Finalisasi Data BNBA Tahap III Bantuan Stimulan Rumah

Polri

Bhayangkari Aspol Punge Galakkan Masakan Bubur Asyura

Sosial

BRIN dan Tim Gabungan Kembangkan Model Konservasi Portabel Penyelamat 520 Manuskrip Terdampak Banjir Aceh

Polri

Ditbinmas Polda Aceh Salurkan 1,5 Ton Beras Murah untuk Masyarakat

Sosial

Partisipasi Ketua PJS Banda Aceh Dalam Donor Darah HUT ke-53 Bank Aceh Syariah

Aceh

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah