Home / Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 13:48 WIB

BGN Latih Akuntan SPPG demi Amankan Tata Kelola Keuangan Program MBG

REDAKSI

Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar pelatihan bagi akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat laporan pertanggungjawaban keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar pelatihan bagi akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat laporan pertanggungjawaban keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) secara konsisten menggelar pelatihan bagi para akuntan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna memperketat sekaligus membenahi laporan pertanggungjawaban keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pelatihan ini krusial untuk memastikan seluruh dana operasional di dapur MBG dikelola secara transparan dan kredibel.

“Tujuan dilaksanakan training ini bagaimana laporan keuangan, uang yang Anda kelola di semua dapur adalah uang rakyat. Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat, bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut melalui kanal resminya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga :  Patroli Gabungan dan Razia Malam di Nabire, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Amankan Senjata Tajam

Mas Dar mengingatkan, kelalaian dalam pelaporan keuangan berisiko memicu konsekuensi hukum hingga potensi kerugian negara. Terlebih lagi, BGN memegang porsi alokasi APBN yang sangat besar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pelaporan yang rapi agar para akuntan SPPG tidak terjerat masalah administrasi, gugatan, maupun temuan pidana di masa mendatang.

“Mulai dari administrasi, gugatan-gugatan, bahkan sampai pidana karena itu menyangkut kerugian negara kalau pelaporan kita tidak prima. Maka, dari detik ini, yang lalu biarlah berlalu, keruwetan-keruwetan yang timbul dari kebijakan lalu biarlah berlalu. Saya ingin setelah ini BGN dan Kemenkeu (berkolaborasi), kemudian pelaporan pertanggungjawabannya jelas, jadi by sistem sudah bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah Sediakan 2.000 Paket

Menurut Mas Dar, pembenahan program MBG harus berjalan seimbang antara kualitas pelayanan kepada penerima manfaat dan ketertiban administrasi keuangan. Ia optimistis proses pembiasaan ini akan memudahkan kerja para petugas di lapangan ke depannya.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran Program MBG sebesar Rp240 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Baca Juga :  Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Tuai Dukungan Tokoh Agama Papua

Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan, total belanja program pendidikan pada RAPBN 2027 ditetapkan mencapai Rp820,9 triliun. Alokasi MBG tersebut ditargetkan untuk menjangkau 60,6 juta penerima manfaat.

Guna memastikan alokasi anggaran tepat sasaran dan aman, Kemenkeu turut memperkuat pengawasan dengan melibatkan jaringan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di seluruh Indonesia. Jajaran Kanwil DJPb di tingkat daerah bahkan telah turun langsung melakukan survei ke SPPG setempat untuk memantau berbagai aspek pelaksanaan program di lapangan.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Prabowo Akan Sampaikan Sikap dan Posisi RI dalam Berbagai Isu Global di KTT BRICS

Nasional

Usai Diperiksa KPK, Sekjen PDIP Tidak Ditahan

Nasional

UNHAN RI: AI Bukan Pengganti Nalar Akademik dalam Publikasi Ilmiah

Hukum

Teror Selongsong Peluru Guncang Internal PA Aceh Timur, Iskandar Midsen Diintimidasi Mundur!

Nasional

Polri Pastikan Situasi Keamanan Pusat Pusat Ekonomi Nasional Tetap Kondusif

Nasional

Titiek Soeharto dan Kapolri Tinjau Huntara Tapteng, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Nasional

Presiden Prabowo Subianto Tiba di Rusia Penuhi Undangan Vladimir Putin

Berita

Wagub Aceh Temui Dua Menteri di Jakarta, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus