BANDA ACEH – Pesawat Garuda Indonesia yang membawa 360 jemaah umrah dengan rute Banda Aceh, Indonesia-Jeddah, Arab Saudi, batal terbang setelah mengalami kendala teknis pada mesin, Rabu, 9 September 2026. Pesawat sempat pushback dari apron Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) sekitar pukul 14.02 WIB.
General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan pesawat dengan registrasi PK-GHI tersebut kemudian memutuskan kembali ke apron atau Return to Apron (RTA) saat berada di area taxiway.
“Saat berada di area taxiway, pihak airline menginformasikan adanya kendala teknis sehingga pesawat meminta untuk kembali ke apron,” ujar Rahmat.
Pesawat selanjutnya kembali ke parking stand untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Oleh pihak maskapai, pesawat tersebut kemudian dinyatakan Aircraft on Ground (AOG).
Berdasarkan hasil evaluasi dan keputusan operasional Garuda Indonesia selaku operator penerbangan, penerbangan tersebut akhirnya dinyatakan batal.
Rahmat menjelaskan, pemeriksaan teknis, perbaikan, hingga keputusan mengenai kelayakan pesawat untuk terbang merupakan kewenangan pihak maskapai.
“Untuk kendala teknis pesawat, pemeriksaan, perbaikan, serta keputusan mengenai kelayakan dan kesiapan pesawat untuk terbang merupakan kewenangan pihak maskapai dan dilakukan oleh personel teknis yang berwenang. Termasuk keputusan untuk membatalkan atau menjadwalkan kembali penerbangan berada pada pihak maskapai sebagai operator penerbangan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Bandara Sultan Iskandar Muda memastikan pelayanan dan operasional kebandarudaraan tetap berjalan aman dan tertib selama proses penanganan pembatalan penerbangan tersebut.
“Dari sisi bandara, kami fokus pada pelayanan, keamanan, keselamatan, dan kelancaran proses penanganan penumpang. Kami terus berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk memastikan kebutuhan penumpang selama proses ini terpenuhi,” kata Rahmat.
Sebanyak 360 penumpang kemudian mendapatkan penanganan dari pihak maskapai dan diarahkan untuk diinapkan di Asrama Haji.
Para penumpang mulai diberangkatkan menuju Asrama Haji menggunakan bus sekitar pukul 17.15 WIB.
Untuk jadwal penerbangan berikutnya, Rahmat mengimbau penumpang mengikuti informasi resmi yang disampaikan pihak Garuda Indonesia.
“Untuk informasi terkait jadwal penerbangan berikutnya, kami mengimbau penumpang mengikuti informasi resmi dari pihak maskapai,” pungkasnya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









