ACEH UTARA— Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada Minggu, 20 September 2026. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tujuh unit hunian sementara (Huntara) bagi penyintas banjir di Gampong Tanjong Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan, mengalami kerusakan ringan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini. Kerusakan yang terjadi umumnya terpusat pada bagian atap dan teras depan bangunan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, M. Nasir, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Benar, tujuh unit Huntara di Langkahan rusak ringan diterjang angin kencang,” ujar M. Nasir.
Menurutnya, kerusakan tersebut tidak sampai merusak struktur utama bangunan. Oleh karena itu, para penyintas tetap dipersilakan untuk menempati Huntara masing-masing karena masih layak dihuni.
“Mereka masih menempati Huntara masing-masing lantaran tetap bisa dihuni. Kerusakan hanya pada atap teras depan dan tidak mengenai dinding Huntara,” tambahnya.
Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan pemerintah daerah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menyusul prediksi peningkatan curah hujan hingga akhir tahun 2026.
Langkah ini merujuk pada Surat Imbauan Pemerintah Aceh Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026, yang menindaklanjuti prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Banda Aceh.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (yang akrab disapa Ayah Wa), mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, angin kencang, dan bencana susulan lainnya.
- “Warga di Sepanjang DAS: Khusus bagi warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Krueng Sawang, Krueng Peuto, Krueng Pirak, Krueng Pase, dan Krueng Jambo Aye, diminta segera mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam,” pesan Ayah Wa.
- Titik Evakuasi: Warga juga diminta untuk mengenali lokasi titik evakuasi sementara yang aman dan mudah diakses oleh kelompok rentan serta penyandang disabilitas.
- Langkah Mandiri: Masyarakat diimbau melakukan penyelamatan mandiri saat kondisi membahayakan, salah satunya dengan mematikan aliran listrik jika air mulai menggenangi permukiman guna mencegah korsleting.
Pemerintah daerah terus mengingatkan agar warga tidak mengabaikan perubahan cuaca yang ekstrem, khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kewaspadaan dini dinilai sangat penting untuk meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









