KUALASIMPANG — Aksi vandalisme yang meresahkan ditemukan di sepanjang lintasan Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Kampung Bukitrata, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Rabu (7/10/2026).
Banner imbauan larangan membuang sampah sembarangan menjadi sasaran coretan tidak senonoh. Coretan tersebut sengaja dibuat tepat di atas kutipan ayat suci Al-Qur’an yang terdapat pada banner.
Keberadaan coretan itu memicu keprihatinan pengguna jalan yang melintas. Kivel, salah seorang pengendara yang kebetulan melintas di jalur tersebut, mengaku terkejut melihat kondisi banner keselamatan dan imbauan kebersihan yang telah dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
“Saya lihat ada vandalisme di banner imbauan jangan buang sampah sembarangan. Saya tidak tahu pasti bentuk detailnya, tapi sepintas mirip coretan tidak senonoh. Yang bikin sangat tidak bermoral, vandalisme itu dibuat tepat di atas tulisan ayat suci Al-Qur’an,” ujar Kivel, Rabu (7/10/2026).
Menurut Kivel, pesan ajakan menjaga kebersihan yang disertai kutipan ayat Al-Qur’an sejatinya bertujuan menumbuhkan kesadaran moral masyarakat agar tidak mengotori lingkungan.
Namun, aksi vandalisme tersebut dinilai bukan sekadar tindakan jahil, melainkan perbuatan tidak terpuji yang mencederai nilai keagamaan dan norma kesopanan di ruang publik.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, aksi coret-coret tersebut tidak hanya menyasar satu lokasi. Pelaku juga merusak sejumlah fasilitas petunjuk jalan di kawasan sekitar.
“Di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit itu, marka penunjuk arah di jalan raya juga ada beberapa yang divandalisme dengan coretan yang sama,” kata Kivel.
Melihat adanya pengrusakan fasilitas umum dan simbol keagamaan tersebut, Kivel mendesak pihak berwenang segera turun tangan untuk membenahi lokasi serta menindak tegas pelaku.
“Harapan saya ke depan, hal-hal seperti ini pemerintah jangan abai. Harus ada perhatian dan langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Ia juga berharap banner yang telah dirusak segera diganti agar pesan imbauan kepada masyarakat dapat kembali tersampaikan dengan baik.
“Banner ini diganti yang baru lah,” pintanya.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan










