ACEH TENGGARA — Sejumlah mantan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dari Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Bener Meriah secara tegas menolak pelaksanaan kongres di Aceh. Penolakan ini dipicu oleh dugaan bahwa proses rekrutmen kepengurusan baru PSSI di tingkat kabupaten/kota dilakukan secara tidak transparan dan sengaja ditutupi.
Mantan Pengurus PSSI Kabupaten Bener Meriah, Bahtera Belpan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada penunjukan ketua definitif untuk PSSI daerah, dan jajaran kepengurusan yang baru pun tidak diketahui oleh pihak mereka.
“Hingga saat ini untuk PSSI daerah belum ditunjuk ketua, begitu juga dengan kepengurusan PSSI kami tidak tau siapa orangnya. Sepertinya ditutup-tutupi,” kata Bahtera Belpan, Selasa, 22 September 2026.
Senada dengan hal tersebut, mantan Pengurus Askab PSSI Aceh Tenggara sekaligus anggota Exco, M. Yusuf C, juga menyatakan penolakannya. Ia mengaku keberatan karena namanya tidak diikutsertakan dalam struktur kepengurusan Askab PSSI yang baru.
“Kami mempunyai alasan menolak, kami tidak ada di pengurusan Askab yang baru, info kami dengar ada dibuat nama orang lain, Plt Askab PSSI yang kami tidak mengenalnya,” ujar M. Yusuf C.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









