BANDA ACEH — Dalam upaya meningkatkan indeks literasi masyarakat dan menyediakan ruang publik yang edukatif, Pemerintah Kota Banda Aceh meluncurkan inovasi fasilitas terbaru bernama “Banda Aceh Outdoor Library”. Fasilitas perpustakaan luar ruangan ini secara resmi dibuka untuk umum pada Minggu (8/11/2026).
Acara peresmian tonggak baru literasi kota ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh. Menariknya, peluncuran ruang baca terbuka ini turut dihadiri secara khusus oleh perwakilan delegasi dari Korea Selatan, yang menjadi mitra kolaborasi strategis dalam perwujudan fasilitas publik tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadis Kominfotik) Kota Banda Aceh juga tampak hadir di lokasi mendampingi pimpinan daerah dalam agenda bersejarah ini.
“Banda Aceh Outdoor Library” ini bukan sekadar taman baca konvensional. Proyek kolaborasi lintas negara ini dirancang secara matang untuk menghadirkan sebuah ruang publik berbasis literasi yang mengusung konsep modern.
Fasilitas ini memadukan kenyamanan membaca dengan desain arsitektur luar ruangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini.
Selain mengedepankan aspek modernitas, pembangunan perpustakaan terbuka ini juga sangat memperhatikan prinsip keberlanjutan. Fasilitas ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan yang menyatu dengan ruang terbuka hijau, sehingga memberikan nuansa asri, sejuk, dan menenangkan bagi siapa saja yang datang untuk menghabiskan waktu membaca buku atau sekadar berdiskusi.
Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan bahwa “Banda Aceh Outdoor Library” ini dibangun sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum kini memiliki alternatif ruang rekreasi edukatif yang mudah diakses di pusat kota.
Menyusul pemotongan pita peresmian, fasilitas ini telah dinyatakan beroperasi secara penuh. Pemerintah Kota dan seluruh jajaran terkait mengimbau sekaligus mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk datang meramaikan dan memanfaatkan fasilitas baru ini secara optimal.
Kehadiran ruang baca yang nyaman dan modern ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi yang kuat, sekaligus menjadi ikon baru edukasi masyarakat, dengan catatan seluruh pengunjung dapat saling menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah disediakan.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









