ACEH UTARA — Warga Keude Krueng Geukueh, Rosmawati (65), mengaku sudah sepuluh bulan menantikan bantuan dana isi hunian untuk penyintas banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Janji yang disampaikan beberapa bulan sebelumnya itu akhirnya dicairkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia pada hari ini, Jumat, 25 September 2026.
“Alhamdulillah sangat bersyukur akhirnya sudah cair. Uang ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk menggantikan perabot yang rusak akibat banjir besar akhir tahun lalu,” ujar Rosmawati di Kantor Pos cabang Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara.
Tidak hanya Rosmawati yang mendatangi PT Pos Indonesia untuk mendapatkan bantuan isi hunian tersebut, ribuan warga penyintas banjir juga terlihat mengantre di lokasi yang sama.
Rosmawati menyebutkan bahwa bantuan dana isi hunian yang diterima oleh masing-masing kepala keluarga adalah sebesar Rp 3 juta. Ia berharap pemerintah kedepannya juga dapat memberikan bantuan lain bagi para korban guna meringankan beban masyarakat, khususnya dari segi perekonomian.
“Saya sangat bahagia, bantuan isi hunian ini akhirnya cair, walaupun sudah menanti sepuluh bulan,” tuturnya.
Total Anggaran dan Penyaluran Transparan
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fakhrurrazi, menyampaikan bahwa total anggaran yang disalurkan oleh pemerintah pusat mencapai Rp 328.456.950.000. Dana tersebut terdiri atas Rp 305,7 miliar untuk bantuan isi hunian kepada 101.900 kepala keluarga (KK), serta sisanya sebesar Rp 22,756 miliar untuk jaminan hidup (jadup) bagi 16.857 jiwa.
“Seluruh proses transaksi dan penyaluran dana bantuan dilakukan secara transparan, langsung kepada masyarakat tanpa ada potongan sepeserpun,” tegasnya.
Berikut adalah rincian penerima bantuan bencana isi hunian berdasarkan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara:
Baktiya: 7.831 KK dengan total anggaran Rp 25.048.200.000.
Baktiya Barat: 4.379 KK dengan jumlah dana sebesar Rp 14.185.950.000.
Banda Baro: 14 KK dengan total dana bantuan Rp 42.000.000.
Cot Girek: 707 KK dengan jumlah dana bantuan Rp 2.121.000.000.
Dewantara: 7.954 KK dengan total dana mencapai Rp 23.862.000.000.
Geureudong Pase: 155 KK dengan total dana Rp 465.000.000.
Kuta Makmur: 1.750 KK dengan dana sebesar Rp 5.250.000.000.
Langkahan: 5.499 KK dengan total dana Rp 24.112.350.000.
Lapang: 2.086 KK dengan jumlah dana sebesar Rp 6.783.150.000.
Lhoksukon: 12.635 KK dengan nilai total Rp 37.905.000.000.
Matangkuli: 4.207 KK dengan dana sebesar Rp 12.621.000.000.
Meurah Mulia: 1.966 KK dengan total bantuan dana sebesar Rp 5.898.000.000.
Muara Batu: 5.502 KK dengan jumlah dana Rp 16.506.000.000.
Nibong: 1.650 KK dengan jumlah total bantuan mencapai Rp 4.950.000.000.
Nisam: 3.351 KK dengan bantuan dana Rp 10.053.000.000.
Paya Bakong: 751 KK dengan jumlah dana bantuan Rp 2.253.000.000.
Pirak Timur: 1.337 KK dengan dana bantuan Rp 4.011.000.000.
Samudera: 5.862 KK dengan total bantuan dana Rp 17.586.000.000.
Sawang: 1.636 KK dengan jumlah total dana sebesar Rp 4.908.000.000.
Seunuddon: 4.856 KK dengan total dana Rp 1.126.025.000. (Catatan: sesuai data rilis)
Simpang Keuramat: 482 KK dengan dana sebesar Rp 1.446.000.000.
Syamtalira Aron: 4.098 KK dengan dana sebesar Rp 12.294.000.000.
Syamtalira Bayu: 5.143 KK dengan dana sebesar Rp 14.402.000.000.
Tanah Jambo Aye: 9.692 KK dengan total bantuan sebesar Rp 38.368.050.000.
Tanah Luas: 5.497 KK yang diberikan dana Rp 16.491.000.000.
Tanah Pasir: 2.923 KK dengan total dana Rp 8.769.000.000.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









