BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertekad memperkuat regulasi perlindungan dan pengawasan bagi anak didik di wilayah setempat.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa persoalan perlindungan anak memerlukan keterlibatan dari seluruh pihak. Salah satu fokus perhatian yang disoroti yakni masih maraknya anak-anak yang beraktivitas di luar rumah hingga larut malam.
“Persoalan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Salah satu perhatian yang dibahas adalah masih ditemukannya anak-anak yang berada di luar rumah hingga larut malam,” kata Haili Yoga dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Jumat (2/10/2026).
Di sela-sela kegiatan ngopi bersama unsur pimpinan daerah, Haili Yoga menjelaskan bahwa situasi ini menuntut adanya langkah terarah berupa regulasi serta sinergi antara pemda, aparat penegak hukum, pihak sekolah, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, hingga orang tua.
“Regulasi harus kita siapkan. Kita bisa membuat imbauan bersama, kemudian diperkuat dengan surat edaran Bupati. Tetapi yang paling penting bukan hanya regulasi, melainkan bagaimana implementasinya di lapangan,” tegas Haili Yoga.
Guna menghadirkan tindakan nyata dari hasil rapat, Bupati menginstruksikan Satpol PP untuk menggelar razia dan penertiban secara rutin di berbagai titik, terutama pada malam hari, demi menjaga ketertiban umum dan melindungi anak-anak.
Di tingkat lokal, pemerintah kecamatan dan kampung diminta untuk mengambil peran sesuai dengan kewenangannya. Permasalahan anak di tingkat kampung diharapkan dapat diselesaikan terlebih dahulu oleh reje (kepala desa) dan masyarakat setempat. Apabila membutuhkan penanganan lanjutan, penanganan baru akan dilakukan bersama oleh kecamatan, SKPK, dan Forkopimda.
Selain itu, penguatan peran di lingkungan sekolah turut menjadi fokus perhatian. Mulai hari Senin, unsur Forkopimda bersama jajaran SKPK akan diterjunkan sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi serta sosialisasi sesuai bidang masing-masing.
Melalui kehadiran para pimpinan daerah dan kepala instansi di sekolah, pembinaan terhadap guru dan siswa diharapkan semakin solid, terutama terkait kedisiplinan, ketertiban, perlindungan anak, hingga tanggung jawab sosial.
“Kalau Aceh Tengah berhasil, ini adalah keberhasilan kita bersama. Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Haili Yoga juga menekankan bahwa peran pemerintah harus beriringan dengan kepedulian keluarga. Perlindungan anak bukan sebatas tanggung jawab pemerintah dan aparat semata, melainkan butuh pengawasan aktif dari orang tua.
“Regulasi mudah kita siapkan, tetapi komitmen untuk melaksanakannya yang paling penting. Mari kita bekerja bersama dan memastikan apa yang sudah kita sepakati benar-benar dilaksanakan,” pungkas Bupati.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan










