Home / Daerah / Pendidikan

Rabu, 12 November 2025 - 14:14 WIB

Siswa SMKN 1 Bireuen Unjuk Karya Nyata Lewat Pelatihan MTU, dari Pot Bunga Beton Hingga Lemari Siap Pakai

REDAKSI

Bireun — Suasana produktif dan penuh semangat tampak di lingkungan SMKN 1 Bireuen sejak akhir Oktober lalu. Sekolah ini menjadi tuan rumah kegiatan Mobile Training Unit (MTU) yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK.

Pelatihan yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 12 November 2025 ini berhasil menarik antusiasme peserta karena berfokus pada praktik langsung dan keterampilan kerja nyata.

Kegiatan MTU tersebut dikomandoi oleh Marfiadi, Staf Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh yang juga bertugas sebagai Koordinator MTU di SMKN 1 Bireuen. Dalam laporannya kepada media pada Senin (10/11/2025).

Marfiadi menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup empat kompetensi keahlian utama, yang semuanya dirancang untuk membentuk siswa yang kreatif, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja.

Baca Juga :  Hari Kedua di Barsela, Marlina Kembali Turun Kampung Jemput Data Warga Miskin Calon Penerima Rumah Layak Huni

“Empat bidang keahlian yang kami latih meliputi Bricklaying, Joinery, Plambing, dan Cabinet Making,” ujar Marfiadi.

Pada bidang Bricklaying, peserta belajar membuat pot bunga dari beton hingga pemasangan keramik. Di bidang Joinery, mereka dilatih membuat kusen dan daun jendela dengan presisi tinggi.

Sementara itu, bidang Plambing berfokus pada instalasi air bersih dan air kotor untuk kamar mandi serta pemasangan kloset, dan Cabinet Making mengajarkan peserta membuat lemari satu pintu yang siap pakai, mulai dari proses awal hingga hasil akhir.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Syech Muharram Takziah ke Rumah Duka Almarhum Abu Kuta Krueng

Pelatihan ini diampu oleh empat instruktur berpengalaman yang membawa atmosfer profesional ke ruang praktik.

“Mereka adalah Munawar Khalil, S.Pd dari SMKN 2 Karang Baru (Bricklaying), Firdaus, S.ST dari SMKN 2 Banda Aceh (Joinery), Irwansyah, S.ST dari SMKN 2 Langsa, instruktur (Plambing), serta Lilik, S.Pd praktisi Freeline yang menjadi instruktur Cabinet Making,” jelas Marfiadi.

Marfiadi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kabid Pembinaan SMK dan Kepala SMKN 1 Bireun yang telah memfasilitasi kegiatan teaching factory ini.

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya. Melalui kegiatan MTU ini, kami berkomitmen untuk membentuk generasi SMK yang siap kerja, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya penuh semangat.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Minta Pemkab Sediakan Mobil Damkar untuk Kota Bahagia

Menurutnya, pelatihan MTU bukan sekadar pembelajaran keterampilan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap dunia vokasi.

“Dengan pelatihan yang bersifat hands-on dan didampingi instruktur kompeten, siswa benar-benar merasakan pengalaman nyata dunia kerja,” jelas Marfiadi.

Ia menambahkan, “Dari pot bunga, sanitasi air bersih dan kotor, pemasangan keramik hingga lemari satu pintu, siswa SMKN 1 Bireuen telah membuktikan bahwa karya nyata lahir dari tangan-tangan terampil anak vokasi Aceh.” tutupnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolres Aceh Tamiang: Sampaikan Aspirasi dengan Santun dan Jangan Anarkis

Daerah

DPRA Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan TPPO  

Daerah

Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid

Daerah

Prajurit Kodam IM Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Sungai Raya

Daerah

Gelar Sikap Bersama, Dosen ASN Aceh Surati Presiden Prabowo minta Tukin Dosen Segera Direalisasi

Daerah

Krue Seumangat, Pengurus IWATAN Banda Aceh Dikukuhkan 

Daerah

Kasad Kirim Bantuan Personel dan Peralatan Zeni untuk Percepatan Pemulihan Banjir Aceh

Aceh Besar

Disdikbud dan Kejari Aceh Besar Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah