LANGSA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Langsa menyatakan bahwa kondisi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, saat ini masuk dalam kategori rusak berat. Kendati demikian, perbaikan fasilitas tersebut baru direncanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Langsa tahun anggaran 2027.
“Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kondisi TPI Sungai Lueng masuk dalam kategori rusak berat sehingga membutuhkan penanganan dan perbaikan yang memadai agar fasilitas tersebut dapat kembali berfungsi dengan baik dan aman,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PUPR Kota Langsa, Moulya Al Ikhsan, Selasa (13/10/2026).
Kendala dan Tahapan Penganggaran
Moulya menegaskan pihaknya memahami betapa pentingnya TPI tersebut bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi nelayan setempat. Namun, penanganan kerusakan infrastruktur harus melewati sejumlah prosedur:
- Pendataan dan penilaian kondisi lapangan.
- Penentuan prioritas penanganan.
- Penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah dan mekanisme penganggaran.
“Oleh karena itu, perbaikan akan direncanakan di tahun anggaran 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” ungkap Moulya.
Ia menambahkan bahwa realisasi perbaikan tersebut nantinya tetap bergantung pada proses pembahasan, penetapan anggaran, serta prioritas pembangunan daerah. Sembari menunggu, Dinas PUPR akan melanjutkan proses perencanaan dan pengusulan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami menyadari pentingnya fasilitas tersebut bagi aktivitas masyarakat dan berharap rencana perbaikan dapat direalisasikan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, dengan tetap memperhatikan ketersediaan anggaran dan prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
Kondisi Lapangan dan Keluhan Nelayan
Sebelumnya diberitakan, TPI mini di Gampong Sungai Lueng ini belum tersentuh perbaikan selama hampir satu tahun pascaditerjang banjir pada akhir tahun 2025. Padahal, tempat ini menjadi tumpuan bagi lebih dari 100 nelayan dan warga sekitar untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (12/10/2026):
Kerusakan Struktur: Permukaan beton TPI terlihat retak dan terputus di beberapa bagian. Sisi TPI yang berbatasan dengan aliran air mengikis dan tergerus, menyisakan bagian tepi beton yang tidak utuh lagi.
Jembatan Darurat: Area beton yang terputus akibat banjir terpaksa dihubungkan menggunakan batang pohon kelapa seadanya. Kondisi ini menuntut warga dan nelayan untuk ekstra hati-hati saat melintas.
Aktivitas Tetap Berjalan: Meski memprihatinkan dan membahayakan, para nelayan tetap terpaksa menambatkan perahu serta menaikkan hasil tangkapan dan perlengkapan di lokasi tersebut.
Nelayan dan masyarakat setempat sangat berharap Pemerintah Kota Langsa melalui dinas terkait memberikan perhatian serius dan segera memperbaiki TPI demi kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









