Home / Berita / Pendidikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Hasil Riset USK: Penggunaan Bahasa Aceh oleh Generasi Muda Terus Menurun

REDAKSI

Riset FISIP USK, Ketua Tim Uswatun Nisa Rabu (14/10/2026): bahasa Aceh Level 3 UNESCO, turun di generasi muda.

Riset FISIP USK, Ketua Tim Uswatun Nisa Rabu (14/10/2026): bahasa Aceh Level 3 UNESCO, turun di generasi muda.

ACEH UTARA — Penggunaan bahasa Aceh kini berada pada Level 3 atau mengalami penurunan secara signifikan berdasarkan skala vitalitas bahasa UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Fenomena penurunan ini terutama terjadi di kalangan generasi muda yang cenderung beralih menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Uswatun Nisa, pada Rabu (14/10/2026).

“Penelitian ini dilakukan pada Agustus hingga September 2026. Berangkat dari kekhawatiran terhadap kondisi bahasa Aceh,” ungkap Uswatun Nisa.

Penelitian ini dilaksanakan dengan pendampingan dari Wanda Surianto, Maghfira Faraidiany, Cut Lusi Chairun Nisak, dan Febri Nurrahmi, serta didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USK.

Baca Juga :  Polresta Banda Aceh Apel Siaga Amankan Hari Buruh Internasional 2025

Peran Sentral Lingkungan Sekolah

Uswatun menjelaskan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk minat berbahasa Aceh di kalangan generasi muda, khususnya di kota besar seperti Banda Aceh. Di antara tiga unsur lingkungan sosial yang diteliti, lingkungan sekolah memberikan kontribusi paling kuat.

Temuan tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei terhadap lebih dari 300 responden generasi muda berusia 13 hingga 28 tahun di Kota Banda Aceh. Tim peneliti memfokuskan kajian pada minat berbahasa karena minat dipandang sebagai titik awal sebelum seseorang mau menggunakan, mempelajari, dan mempertahankan sebuah bahasa.

Baca Juga :  Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar Resmikan Sekolah Lansia Gampong Blang

Menurut Uswatun, sekolah menjadi ruang yang pengaruh penggunaan bahasanya paling terasa bagi anak muda. Minat mereka tumbuh ketika guru menghargai bahasa Aceh, teman tidak keberatan menggunakannya, dan sekolah memberikan ruang untuk mengenal budaya Aceh.

“Tetapi keluarga dan masyarakat juga sangat berperan, jadi ketiganya harus bergerak bersama,” tegasnya.

Oleh karena itu, upaya pelestarian bahasa Aceh dinilai perlu memprioritaskan penguatan lingkungan sosial, terutama di lingkungan sekolah.

Pengaruh Konten TikTok Berbahasa Aceh

Selain lingkungan sosial, Uswatun Nisa dan tim juga meneliti pengaruh konten TikTok berbahasa Aceh terhadap minat generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan konten media sosial berbahasa Aceh sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berbahasa Aceh.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Plt Ketua DWP Aceh Berbagi dengan Keluarga Pasien di Rumah Singgah RSUDZA

Secara bersama-sama, kedua faktor tersebut menjelaskan sekitar 75,7 persen variasi minat berbahasa Aceh pada responden. Meski demikian, pengaruh lingkungan sosial masuk dalam kategori besar, sedangkan konten media sosial berada pada kategori sedang.

Lebih lanjut, Uswatun menjelaskan bahwa intensitas menonton konten media sosial berbahasa Aceh diukur melalui empat aspek, yaitu:

1. Frekuensi
2. Durasi
3. Perhatian
4. Penghayatan

Dari keempat aspek tersebut, penghayatan dan perhatian merupakan variabel yang paling kuat mewakili konstruksi ini.

“Artinya, yang menentukan bukan sekadar banyaknya konten berbahasa Aceh, melainkan seberapa dalam anak muda memperhatikan dan memaknainya,” pungkas Uswa.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Karoops Polda Aceh Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pawai Takbir dan Salat Idulfitri 1446 H

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SD YPPGI ILU

Berita

Bupati Syech Muharram Hadiri Sertijab Dandim 0101/KBA

Pendidikan

UIN Ar-Raniry Dorong Lulusan Miliki Sertifikat Kompetensi

Aceh Besar

Abah Junaidi Isi Pengajian Rutin di Disdik Dayah Aceh Besar

Berita

Polsek Kuta Alam Amankan Pencuri AC di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Satu Pelaku Buron

Berita

BSI Siapkan Tabungan untuk Rekening Masyarakat, Bebas Administrasi Bulanan

Berita

Wakil Ketua Umum DPP ISAD Sukses Raih Gelar Doktor