Home / Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Balai Syura dan UN Women Gelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan untuk Aksi Iklim Inklusif

REDAKSI

Balai Syura Ureung Inong Aceh kerja sama UN Women gelar pelatihan Kepemimpinan Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Aksi Iklim Inklusif 15 hingga 18 Oktober 2026 di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh .

Balai Syura Ureung Inong Aceh kerja sama UN Women gelar pelatihan Kepemimpinan Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Aksi Iklim Inklusif 15 hingga 18 Oktober 2026 di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh .

BANDA ACEH — Balai Syura Ureung Inong Aceh bekerja sama dengan badan PBB untuk urusan perempuan, UN Women, menggelar pelatihan bertajuk “Kepemimpinan Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Aksi Iklim yang Inklusif”. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (15–18 Oktober 2026) ini dipusatkan di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta perempuan yang berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh, serta perwakilan dari kelompok perempuan rentan.

Pelaksanaan Hari Kedua dan Pesan Wali Kota

Jumat hari ini merupakan sesi hari kedua pelatihan. Kegiatan dipandu langsung oleh Ketua Balai Syura Ureung Inong Aceh, Dr. Rasyidah, M.Ag., yang juga merupakan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup dan Sambut Idul Adha, DLH Aceh Besar Bersihkan Lingkungan Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho

Acara diawali dengan review materi dan hasil pelatihan hari pertama guna memastikan seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama sebelum masuk ke sesi lanjutan.

Sesi hari ini turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan sejumlah harapan kepada perempuan Aceh, terutama mengenai keterlibatan aktif dalam merawat alam.

“Semoga acara berjalan lancar dan sukses, dan segala keluh kesah yang dipaparkan oleh ibu-ibu dapat diterima dan segera diatasi,” ujar Illiza.

Simulasi Kepemimpinan dan Advokasi Tingkat Gampong

Memasuki sesi berikutnya, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapat satu tema untuk diperankan dalam simulasi kepemimpinan perempuan dan aksi iklim inklusif. Usai simulasi, kelompok lain memberikan saran dan kritik agar peserta dapat saling belajar serta memperkuat keterampilan kepemimpinan.

Baca Juga :  Bunda Salma Serap Aspirasi Warga Langkahan Saat Reses III Tahun 2025

Setelah salat zuhur, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi “Kepemimpinan Perempuan dan Advokasi di Level Gampong terkait Aksi Iklim Inklusif”. Sesi ini membekali peserta dengan pemahaman dan strategi agar mampu mendorong keterlibatan perempuan dalam kebijakan serta aksi iklim di tingkat paling dasar.

Rangkaian hari kedua kemudian ditutup dengan pemetaan partisipatif bersama peserta mengenai:

 * Kekuatan (Strengths)

 * Kelemahan (Weaknesses)

 * Peluang (Opportunities)

 * Tantangan (Threats)

Pemetaan ini dilakukan untuk menguatkan kepemimpinan perempuan dalam advokasi aksi iklim yang inklusif.

Harapan Peserta dan Output Kegiatan

Baca Juga :  Panen Perdana Padi Gogo di Bateeshoek, Pemko Sabang Perkuat Ketahanan Pangan

Salah satu peserta perwakilan dari Aceh Barat Daya, Dien Fitriani Meutia, menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya berharap dengan adanya acara ini semoga suara-suara perempuan tidak hanya didengar, tetapi juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan dilibatkan dalam pelaksanaan,” kata Dien.

“Ditambah dengan banyaknya bencana yang terjadi di Aceh, diharapkan pemerintah lebih siap siaga untuk menangani bencana yang mungkin akan terjadi ke depannya,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat tumbuh menjadi pemimpin perempuan yang mampu menjadi penggerak perubahan di komunitas masing-masing, sekaligus memastikan suara perempuan menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pelaksanaan aksi iklim di Aceh.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Kak Ana Apresiasi Produk Kerajinan Dekranasda Aceh Timur 

Daerah

DPMG Aceh Dorong BUMG Optimalkan Dana Desa Capai Swasembada Pangan

Daerah

KIP Nagan Raya Geser Penetapan Bupati dan Wabup Terpilih pada 8 Januari 2025, Awalnya Dipercepat

Daerah

Isa Alima: Hari Kehakiman Nasional Momentum Perkuat Integritas Peradilan

Daerah

Hadiri Launching KMM, Wabup Aceh Barat: Klinik Kesehatan Cukup Membantu Pemerintah

Daerah

Heroik, Babinsa Kodim 0111/Bireun Evakuasi lansia Pasca Bencana Banjir di Bireuen 

Daerah

Pemancing Berusia 21 Tahun Hilang Terseret Arus di Tebing Laut Alue Riyeung Aceh Besar

Daerah

Dinsos Bireuen Perkuat Peran PSM Untuk Tingkatkan Akurasi Data dan Pemantapan Bantuan Berbasis DTKS