Home / Daerah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Wabup Tarmizi Panyang Minta Tradisi Ija Krong Terus Dilestarikan

REDAKSI

Wakil Bupati Aceh Utara Tgk. Tarmizi Panyang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, pada Kamis (22/10/2026). Foto: NA 

Wakil Bupati Aceh Utara Tgk. Tarmizi Panyang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, pada Kamis (22/10/2026). Foto: NA 

ACEH UTARA – Wakil Bupati Aceh Utara, Tgk. Tarmizi Panyang, mengapresiasi antusiasme ribuan santri dan masyarakat yang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, Kamis (22/10/2026). Ia berharap peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat identitas keislaman sekaligus menjaga tradisi santri di tengah perubahan zaman.

“Yang pertama tentunya kita semua harus ikut bangga dan senang dengan mengikuti dan mau memperingati Hari Santri yang hari ini dilaksanakan di depan kantor bupati kita. Saya pribadi sangat merasa bangga dan bahagia karena kita juga pernah menjadi santri walaupun setingkat santri paling rendah,” ujar Tgk. Tarmizi Panyang.

Menurutnya, peringatan Hari Santri tahun ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Kegiatan tersebut juga dinilai istimewa karena untuk pertama kalinya digelar secara besar-besaran di Aceh Utara dengan melibatkan santri, para Abu, pimpinan dayah, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Syukri Rayakan Hari Santri Bersama Ratusan Santri Dayah Ruhul Falah Samahani

“Saya lihat antusias para santri dan para Abu, pimpinan dayah, dan seluruh lapisan masyarakat termasuk dari pemerintah sangat luar biasa dalam melaksanakan kegiatan Hari Santri pada hari ini. Harapan kita ke depan kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan,” katanya.

Tgk. Tarmizi juga menyoroti banyaknya pelajar dan mahasiswa dari luar daerah yang memilih melanjutkan pendidikan di Aceh. Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan, lingkungan Islami, serta kesempatan berinteraksi dengan para ulama dan tokoh agama menjadi daya tarik bagi keluarga yang ingin menyekolahkan anaknya di Aceh.

“Kita tahu semua, baik di Aceh Utara maupun di universitas lainnya yang ada di Provinsi Aceh, kebanyakan siswa atau siswi dari luar Aceh. Tentunya yang pertama tentang pengetahuan atau ilmu, kemudian juga kehidupan yang nyaman dan bisa berkolaborasi dan bergaul langsung dengan para Tengku dan para tokoh di Aceh. Mungkin salah satu itu alasan yang kuat bagi keluarga atau orang tua mereka untuk mengirim anak-anaknya ke Aceh,” jelasnya.

Baca Juga :  Isi Kuliah Umum di UTU, Kapolda Ajak Mahasiswa Wujudkan Aceh Meutuah dan Green Policing

Di tengah perkembangan teknologi digital, Wabup mengingatkan generasi muda agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta orang tua, pelajar, mahasiswa, dan santri tidak menghabiskan waktu untuk aktivitas yang tidak bermanfaat hingga mengabaikan kesehatan, pendidikan, dan aturan agama.

“Kita berharap dan kita menyerukan kepada semua para orang tua dan para pemuda-pemudi, para siswa-siswi baik di universitas maupun di dayah, untuk tetap dekat dengan aturan agama kita, jangan terlena dan jangan mengikuti hal-hal yang tidak bermanfaat. Kita lihat kalau duduk di kafe atau dimanapun sibuk dengan media sosial, itu sebenarnya membahayakan diri sendiri, bisa mengabaikan kesehatan dan pendidikan,” pesannya.

Baca Juga :  Empat Program Prioritas Dinas Dayah Aceh Digenjot, Muhsin: Perkuat Kualitas dan Kemandirian Dayah

Selain pendidikan agama, Tgk. Tarmizi menegaskan pentingnya melestarikan identitas dan kearifan lokal masyarakat Aceh melalui busana santri. Pakaian seperti sarung, baju putih, dan peci putih atau Ija Krong dalam bahasa Aceh, menurutnya, mencerminkan nilai kesopanan sekaligus identitas keislaman yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kalau bicara adat boleh, kalau bicara sopan juga sangat boleh. Dengan penampilan seperti sarung ataupun penampilan bahasa Acehnya Ija Krong, itu harus terus kita lestarikan. Penampilan busana santri ini menunjukkan identitas keislaman Aceh yang harus diikuti,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Aceh Utara diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mendukung pendidikan dayah, menjaga tradisi keislaman, dan membimbing generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya Aceh.

Penulis: Reza Fadlian

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Tim Rimueng Tangkap Pembobol Brankas Berisi Ratusan Juta di Peukan Bada

Daerah

Dinas Pendidikan Aceh Mantapkan Persiapan Hadapi UTBK SNBT 2025

Daerah

Tinjau Lokasi MTQ Aceh ke XXXVII Tahun 2025 di Pijay, Wagub Optimis Berjalan Sukses

Daerah

Wali Kota Lhokseumawe Salurkan Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah ke Tiga SD Terdampak Bencana

Aceh Besar

Di Halaqah TP PKK ke-77, Tgk Masrul Aidi Ajak Umat Islam Sambut Ramadhan dengan Hati Bahagia

Daerah

Liga 4 Aceh 2025: Aceh Barat Siap Lahirkan Pemain Sepak Bola Berbakat

Daerah

Bupati Bireuen Tegaskan Tidak Pernah Tolak Huntara untuk Korban Banjir Bandang

Daerah

Meriahkan HUT ke-25, DPC Partai Demokrat Sabang Gelar Lomba Rakyat dan Bakti Sosial