Home / Berita / Hukum

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:30 WIB

Razia Ops Patuh Seulawah 2025, Satlantas Polresta Banda Aceh Bertindak Secara Humanis

REDAKSI

Banda Aceh – Kepolisian Resor Kota Banda Aceh dalam hal ini Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Seulawah – 2025, yaitu operasi mandiri kewilayahan yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 14 Juli sampai dengan 27 Juli 2025.

Operasi ini yang bertujuan untuk menciptakan kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalulintas.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar menjelaskan, operasi yang dilakukan ini secara kewilayahan diseluruh Indonesia.

Operasi Patuh ini bukan hanya di Banda Aceh saja, namun diseluruh provinsi yang ada di Indonesia. Ini merupakan operasi yang terpusat dan dilaksanakan sejak 14 hingga 27 Juli 2025 nantinya, jelas Erfan, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Terima Silaturrahmi Kajati Aceh

Polresta Banda Aceh hari ini telah melaksanakan razia yang dipusatkan di Jalan Teuku Umar, tepatnya didepan Gedung Taman Seni dan Budaya Aceh. Sebanyak 30 pelanggaran dilakukan oleh para pengendara, sebutnya.

Ia merincikan, pelanggaran yang dilakukan dan turut dilakukan penilangan berupa STNK sebanyak 13 set, SIM 15 set, kenderaan roda dua sebanyak dua unit dan total keseluruhan sebanyak 30 pelanggaran.

Baca Juga :  Anggota DPRA Bunda Salma Ingatkan Ketua DPRD Sumut Erni A Sitorus Prihal 4 Pulau di Aceh Singkil

Kasi Humas mengatakan, sebelum pelaksanaan operasi, Unit Kamsel Satlantas Polresta Banda Aceh telah memberikan imbauan-imbauan diberbagai tempat, mulai dari tempat umum hingga kesekolah – sekolah.

Namun, masih ditemukannya pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Sementara itu, dalam penindakan, Satlantas Polresta Banda Aceh mengedepankan sikap humanis dengan cara Senyum Sapa Salam dalam memberhentikan para pengemudi kenderaan roda empat maupun lebih dan pengendara sepeda motor.

Dalam bertindak tentunya sikap humanis dikedepankan oleh seluruh personel yang terlibat, ungkap Erfan.

Ia menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan penindakan antara lain, tidak menggunakan Helm SNI, melanggar rambu lalulintas, melawan arus lalulintas. Kemudian, pengemudi dalam pengaruh alcohol, menggunakan ponsel saat berkendera, melebihi batas kecepatan yang aan megakibatkan kecelakaan, pengendara dibawah umur, tidak menggunaka sabuk pengaman.

Baca Juga :  Kodam IM Gelar Program "Jumat Berkah" untuk Masyarakat

Selain itu, lanjut Erfan, kenderaan tidak sesuai Spesifikasi, yakni menggunakan knalpot brong, tanpa lampu, tidak menggunakan nomor polisi maupun tanpa kaca spion serta kenderaan yang melebihi kapasitas yang Over Loading dan Over Dimension.

Hindari pelanggaran ini sehingga keselamatan pengendara maupun orang lain sama – sama terciptakan, pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Lebah Amankan Tiga Remaja Pelaku Curanmor di Parkiran Masjid

Aceh Besar

Plt Sekda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Rakan Media Aceh Besar

Berita

Wagub Fadhlullah: Pemerintah Aceh Dukung Penyelenggaraan Muzakarah Saudagar

Berita

DPMPTSP Aceh Sesuaikan Program Kegiatan dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh 2025 – 2030

Berita

Ratusan Personel Rindam Terima Arahan Dari Pangdam IM, Ini Pesannya

Berita

Laskar Panglima Nanggroe Harap Presiden Prabowo Hadiri Pelantikan Mualem Gubernur Aceh: Bukti Komitmen pada MoU Helsinki

Berita

Wakili Bupati, Asisten I Sekdakab Aceh Besar Ikut Zoom Meeting Dengan Kemendagri dan Komisi II DPR RI
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Berita

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra