BANDA ACEH — Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 5,03 persen pada September 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 10 provinsi di Pulau Sumatera.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa inflasi ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh yang mencapai 116,62. Secara umum, harga barang dan jasa pada bulan September 2026 meningkat 5,03 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rincian Inflasi Berdasarkan Wilayah
Berdasarkan wilayah penghitungan IHK di Aceh:
Inflasi Tertinggi (Kabupaten Aceh Tengah): Sebesar 5,86 persen dengan IHK 120,31. Wilayah ini sekaligus mencatat inflasi tahunan tertinggi di antara 41 kabupaten/kota penghitungan IHK di Sumatera.
Inflasi Terendah (Meulaboh): Sebesar 3,61 persen dengan IHK 116,49.
Jika dikomparasikan dengan daerah lain:
Antar-provinsi di Sumatera: Aceh berada di posisi tertinggi, sedangkan Sumatera Selatan mencatat inflasi terendah sebesar 2,55 persen (IHK 112,21).
Antar-kabupaten/kota di Sumatera: Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 1,63 persen dengan IHK 110,34.
Komoditas dan Kelompok Pengeluaran Pemicu Inflasi
Agus memaparkan bahwa sejumlah komoditas memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan di Aceh:
1. Beras: 0,62 persen
2. Nasi dengan lauk: 0,56 persen
3. Emas perhiasan: 0,30 persen
4. Bensin: 0,29 persen
5. Daging ayam ras: 0,27 persen
Kenaikan indeks ini dipicu oleh lonjakan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat:
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran: +12,17%(tertinggi)
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya: +7,90%
- Transportasi: +5,94%
- Makanan, minuman, dan tembakau: +5,02%
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: +4,23%
- Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: +3,88%
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: +3,25%
- Rekreasi, olahraga, dan budaya: +1,98%
- Kesehatan: +1,08%
- Pendidikan: +0,56%
Di sisi lain, pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni sebesar 1,30 persen.
“Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” ujar Agus, Kamis, 1 Oktober 2026.
Perkembangan Inflasi Bulanan dan Tahun Kalender
Selain catatan tahunan, dinamika inflasi Aceh pada September 2026 juga mencakup:
- Inflasi Bulanan (month to month/m-to-m): Sebesar 0,36 persen. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah (0,59 persen), sementara Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.
- Inflasi Tahun Kalender (year to date/y-to-d): Tercatat sebesar 1,94 persen.
Komoditas dengan andil terbesar pada inflasi bulanan di Aceh meliputi cabai merah (0,34 persen), daging ayam ras (0,17 persen), cabai hijau (0,20 persen), ikan tuna (0,02 persen), dan semangka (0,02 persen).
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Aceh bersumber tidak hanya dari kelompok pangan, tetapi juga sektor lain seperti penyediaan makanan-minuman serta transportasi, yang bermuara pada predikat kenaikan harga konsumen tertinggi se-Sumatera pada September 2026.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









