Home / Parlementarial

Senin, 2 Februari 2026 - 18:07 WIB

Anggota DPRK Banda Aceh Desak PLN Stop Pemadaman Listrik Selama Ramadhan

REDAKSI

Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE, meminta PLN Aceh menghentikan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah.(2/2/2026).

Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE, meminta PLN Aceh menghentikan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah.(2/2/2026).

Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadhan, Anggota DPRK Banda Aceh meminta PT PLN (Persero) Wilayah Aceh untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan menghentikan pemadaman listrik selama bulan ibadah tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, sehingga ketersediaan listrik yang stabil menjadi kebutuhan utama.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi penunjang utama aktivitas masyarakat selama Ramadhan, mulai dari persiapan sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan ibadah malam seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.

Baca Juga :  DPRA Bakal Panggil BKA Untuk Melihat Database Tenaga Non-PNS

“Ramadhan adalah bulan ibadah. Jangan sampai budaya mati listrik justru menjadi hal yang dianggap biasa atau bahkan menjadi prioritas PLN. Ramadhan harus menjadi bulan pelayanan terbaik, bukan bulan pemadaman,” tegas Muhammad Arifin, Senin (2/2/2026).

Jangan Sampai PLN Jadi Musuh Masyarakat

Arifin mengingatkan bahwa pemadaman listrik yang kerap terjadi tanpa informasi yang jelas dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, apalagi jika berlangsung pada waktu-waktu krusial seperti saat sahur maupun menjelang berbuka puasa.

Ia menilai, kondisi tersebut dapat membuat masyarakat merasa dirugikan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan PLN.

Baca Juga :  MTQ Kemukiman Jruek, Gampong Jruek Bak Kreh Juara Umum

“Kalau listrik sering padam, masyarakat akan sangat dirugikan. Jangan sampai PLN justru menjadi musuh masyarakat karena lemahnya pelayanan di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Daerah Rawan Bencana Harus Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Arifin menekankan bahwa wilayah-wilayah rawan bencana harus menjadi perhatian khusus dan tidak boleh mengalami pemadaman listrik dengan alasan apa pun.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital, terutama saat masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam.

“Di daerah bencana tidak boleh ada alasan untuk pemadaman listrik. PLN harus hadir sebagai solusi, bukan menambah penderitaan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Tinjau Kondisi SD dan SMP di Ulee Kareng

PLN Diminta Siaga 24 Jam

Untuk mencegah terjadinya gangguan listrik selama Ramadhan, Arifin meminta PLN Aceh melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini, termasuk memastikan kesiapan jaringan, perawatan infrastruktur, serta menyiagakan petugas selama 24 jam penuh.

Selain itu, ia juga mendorong koordinasi intensif antara PLN, pemerintah daerah, dan DPRK Banda Aceh guna memastikan pelayanan listrik tetap stabil.

“Kami di DPRK Banda Aceh akan terus mengawasi kinerja PLN. Harapan kami, Ramadhan tahun ini berjalan tanpa pemadaman dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” tutupnya.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Bahas LKPJ TA 2025, Komisi II DPRK Banda Aceh Gelar Rapat Evaluasi Mendalam Bersama DPPKP

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakat Raqan RPJMA 2025-2029 Diqanunkan

Parlementarial

Rapat Koordinasi Komisi II DPRA: Fokus Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Aceh

Parlementarial

Tiga Anggota DPRA dari Partai Aceh resmi Dilantik

Parlementarial

DPRK Minta Pemko Tertibkan Anjing Liar Jelang Ramadhan

Parlementarial

DPRA Laksanakan Prosesi Pengangkatan PPPK, Tekankan Peran Penting dalam Pelayanan Legislatif

Parlementarial

Anggota DPRA Ngohwan: Pastikan Stok BBM Aman, Jangan Sampai Pemudik Antre Lama di SPBU

Berita

DPRK Banda Aceh : Fraksi Gerindra Dukung RPJM Yang Berorientasi Pada Masyarakat